SAS Institute: Kiai Said Korban Kasus Korupsi Unila

Jumat, 27 Januari 2023 – 22:21 WIB
Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ramai media online mengaitkan nama KH Said Aqil Siroj dengan kasus korupsi Universitas Lampung (Unila).

Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj Institute Abi Rekso menyatakan bahwa berita yang beredar telah merusak nama baik Kiai Said.

BACA JUGA: Didampingi Kiai Said, Gus Muhaimin Hadiri Haul Ulama di Sleman

Dirinya menegaskan jika ditinjau dari aspek kesaksian persidangan, sangat jelas bahwa Kiai Said adalah subjek korban dalam praktik korupsi UNILA.

“Kiai Said adalah subjek korban, karena beliau (SAS) sama sekali tidak tahu menahu terkait aliran tersebut. Jika orang datang ceramah kemudian diberikan bisyaroh (pengganti transport) itu biasa. Tidak ada bisyaroh pun, juga biasa. Jadi harus dipahami bahwa motif kehadiran Kiai Said bukan karena amplop, namun karena permintaan untuk berdakwah,” tegas Abi Rekso.

BACA JUGA: HT Angkat Kiai Said Aqil Jadi Komisaris Utama, Begini Alasannya

Berita-berita dimaksud mengutip kesaksian Muallimi saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal amplop bertuliskan 'SAS'.

Muallimin selaku saksi menjelaskan bahwa itu adalah infak untuk ceramah Kiai Said yang diundang oleh pihak penyelenggara acara Universitas.

BACA JUGA: Konon Begini Aliran Suap yang Menyeret Rektor Unila Prof Karomani, Alamak

Jaksa kemudian menanyakan apakah Kiai Said tahu sumber uang tersebut? Mualimin menegaskan bahwa Kiai Said tidak tahu menahu dari mana asal dana tersebut.

Abi Rekso juga ingin menyampaikan kepada publik, bahwa hasil kesaksian Muallimin adalah keterangan alat bukti persidangan, bukan hasil temuan baru persidangan.

Jika membaca hasil berita acara persidangan, Jaksa Penuntut Umum tidak fokus pada map bertuliskan SAS. Artinya, bisa disimpulkan bahwa Kiai Said murni subjek korban.

“Pemberitaan ini murni framing media, kita bisa pahami itu. Pegangan publik ada pada hasil persidangan. Jika bicara asas keadilan baik Kiai SAS atau pun SAS Institute juga dirugikan dengan adanya pemberitaan negatif. Ya namanya juga era keterbukaan informasi, yang penting tetap ada ruang dialog,” tutup Abi Rekso. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler