Sasmito Mengkritik Keras Penegakan Hukum di Era Jokowi

Sabtu, 02 September 2023 – 11:40 WIB
Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinegoro. Foto: LPEKN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinegoro mengeritik keras upaya penegakan hukum yang terjadi di era pemerintahan Joko Widodo-Ma’aruf Amin.

Menurut Sasmito, secara kasat mata penegakan hukum di Indonesia jalan di tempat dan makin buruk.

BACA JUGA: Reaksi Keras Sasmito Terkait Keputusan Menkeu Soal Pencegahan Bambang Trihatmodjo ke Luar Negeri

Penegakan hukum ibarat gasing, muter-muter di tempat. Enggak ada kemajuan,” kata Sasmito di Jakarta, Jumat (1/9).

Sasmito menilai upaya penegakan hukum terutama pemberantasan korupsi tidak jelas arahnya.

BACA JUGA: PPKM Darurat Mulai Berlaku Besok, Ekonom Sasmito Bereaksi Begini

Celakanya lagi, kata dia, kasus-kasus mega skandal yang merugikan keuangan negara justru diabaikan.

Salah satunya adalah kasus fasilitas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara ratusan teriliun rupiah.

BACA JUGA: Soal Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi, Megawati Bilang Begini

Padahal secara kasat mata, menurut Sasmito, para penikmat fasilitas BLBI itu saat ini kaya raya sehingga fasilitas BLBI yang mereka terima harus dikembalikan ke negara.

Sasmito menduga sengaja dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

Ada indikasi para pengemplang BLBI ini hidupnya aman dan nyaman tanpa merasa takut akan diproses secara hukum.

“Kasus Century Gate yang jelas liabilities bisa melemahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Partai Demokrat bisa tereduksi juga beritanya dilupakan publik,” kata Sasmito.

Dia mengatakan patut diduga karena amnesia publik dengan Presiden Jokowi yang merasa yakin menggadang putra mahkotanya Gibran Raka Buming Raka untuk maju ke Pilpres.

Saat ini, MK tengah menguji syarat usia cawapres. “Cawapres boleh dengan berusia 35 tahun saja. Ini mengonfirmasikan, peluang Gibran makin terbuka lebar,” kata Sasmio.

Sebab, kata dia, Ketua MK kental nepotisme sebagai ipar Presiden Jokowi patut diduga akan membuat sang keponakan bisa menjadi bakal cawapres.

Meskipun Presiden Jokowi menjadi bonek karena melanggar UU. Dengan demikian, Gibran akan menjadi Cawapres Prabowo yang paling berhasrat mau duduk di RI 1.

“Mungkin Pak Prabowo paling lama 2 tahun saja jadi Presiden. Maka, sang putra tanpa capek seperti zaman Megawati nglungsur kursi RI 1 dari almarhum Presiden Gus Dur tahun 2001,” kata Sasmito.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler