Satgas Covid-19 Tegaskan PTM Disetop 3 Hari Apabila Ada Siswa Terinfeksi

Selasa, 31 Agustus 2021 – 19:59 WIB
Wiku Adisasmito. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa pemerintah akan menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolah selama tiga hari, apabila di dalam pelaksanaannya ditemukan siswa terinfeksi virus corona.

"Jika nanti ditemukan ada siswa yang terinfeksi Covid-19, kegiatan PTM di sekolah tersebut akan dihentikan selama tiga hari," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang dipantau dari kanal BNPB di YouTube, di Jakarta, Selasa (31/8).

BACA JUGA: Jokowi Perintahkan Percepat Vaksinasi Covid-19 Bagi Pelajar Jelang PTM

Menurutnya, PTM terbatas sudah diselenggarakan di beberapa daerah di Indonesia yang sudah berada di level 1 sampai dengan 3 seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Secara umum penyelenggaraan PTM terbatas sudah berjalan dengan baik dan ditemukan beberapa catatan terkait protokol kesehatan yang nantinya terus diperbaiki, baik meliputi random testing, rekapitulasi laporan kasus COVID-19 maupun cakupan vaksinasi di satuan pendidikan," paparnya.

BACA JUGA: Antusiasme PTM Terbatas di SDN Bendungan Hilir 09 Pagi

Menurut Wiku, bagi daerah yang telah berhasil menurunkan level pandemi, dipersilakan menyesuaikan pengaturan pembatasan kegiatan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Agar PTM terbatas ini dapat berjalan dengan baik, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pihak sekolah dan orang tua murid, sehingga aktivitas siswa di sekolah dapat terpantau dengan baik dan dapat mencegah potensi penularan Covid-19," katanya

BACA JUGA: PTM Terbatas di SD Pondok Kelapa 05 Pagi, Bergairah Sejak Subuh

Lebih lanjut Wiku mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik memiliki kesadaran dan kemauan untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 nasional.

Menurutnya, vaksinasi bagi peserta didik maupun tenaga pendidik, merupakan upaya pemerintah memastikan perlindungan yang optimal dalam menjalankan kegiatan PTM.

Wiku mengatakan hingga Selasa siang ini, sebanyak 1,9 juta pendidik dan 1,7 juta anak usia 12 sampai 17 tahun yang tergolong usia pelajar, sudah divaksin secara penuh.

"Pemerintah memastikan bahwa vaksin yang digunakan aman efektif dan juga minim efek samping," katanya. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler