Satgasus Merah Putih Memberi Inspirasi Jajaran Polri, Pantas Diganjar Penghargaan

Selasa, 16 Juni 2020 – 11:13 WIB
Polisi ungkap jaringan narkoba internasional dari Iran. Foto: dok. Humas Polri

jpnn.com, JAKARTA - Satuan Tugas Khusus (Satgasus) yang sukses membongkar sejumlah kasus besar narkoba dipandang layak menerima penghargaan dan menjadi ijajaran Polri lainnya.

Satgasus Merah Putih itu dalam dua pekan berhasil mengungkap penyelundupan 1,2 ton sabu-sabu sejak pertengahan Mei hingga awal Juni 2020.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ramai-ramai Bela Bintang Emon, Honorer k2 Allahu Akbar, Pesawat Tempur TNI AU Jatuh

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan, selain pantas menerima apresiasi dari pimpinan Polri, satgasus itu juga pantas menerima penghargaan dari masyarakat.

Lemkapi tegas Edi juga akan memberikan penghargaan terhadap Satgasus yang kini dikepalai Brigjen Ferdy Sambo itu.

BACA JUGA: Wah, Anggota Dewan Bukannya Kerja untuk Rakyat Malah Sibuk Nyabu

“Kami harapkan tim ini akan terus menjadi motivator untuk seluruh jajaran polri lainnya. Sangat layak seluruh personel di dalamnya mendapat apresiasi. Kami yakin Kapolri sudah memikirkannya. Sekarang kami dari masyarakat juga akan memberi apresiasi dan terima kasih atas kinerjanya,” ujar mantan komisioner Kompolnas ini pada Selasa (16/6).

Seperti diberitakan media massa, tim khusus Satgasus Merah Putih yang dipimpin Kombes Herry Heryawan pada 4 Juni lalu kembali mengungkap peredaran sabu-sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA: Berani-beraninya Pemuda Ini Nyabu di Kawasan Makam Bung Karno

Lima pelaku diamankan dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu-sabu.

Pengungkapan kasus besar bukan sekali ini dilakukan Satgasus Merah Putih. Sepanjang 2020 setidaknya Satgasus Merah Putih berhasil menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu.

Selain di Sukabumi, dua pengungkapan kasus besar narkoba lainnya pada tahun ini yang dilakukan Satgasus Polri yaitu 288 Kg sabu-sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari, dan 821 kg sabu-sabu di Banten pada 25 Mei.

“Kinerja Satgasus Merah Putih luar biasa dan banyak diapresiasi masyarakat. Satgasus telah menyelamatkan jutaan masyarakat indonesia dari bahaya narkoba, sangat pantas diapresiasi. Publik banyak menyampaikan terima kasih kepada Bareskrim Polri,” tukas Edi.

Dalam kesempatan yang sama dia membeberkan kendala terbesar dalam pemberantasan narkoba.

Khususnya mencegah terjadinya penyelundupan adalah banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang tersebar di nusantara.

“Bisa dibayangkan, seperti Anyer itu bagaimana cara menjaga pantai? Biasanya jaringan seperti itu transaksi di tengah laut kemudian ada kapal kecil yang mengantar ke pinggir,” kata Edi.

Persoalan lainnya disebutkanya adalah masih belum maksimalnya pengawasan di dalam Lapas ataupun Rutan.

Salah satu contohnya adalah fakta masih banyaknya ditemukan penggunaan telepon genggam di dalam lapas dan rutan.

“Kalau masih seperti ini, masih leluasa penghuni lapas, rapidan masih ada kolusi diantara petugas penjara termasuk di dalam memberikan fasilitas penggunaan HP. Ini akan sulit karena semua dilakukan menggunakan komunikasi, artinya di sini adalah harus ada, visi, misi, komitmen yang sama semua pihak agar ini betul-betul bisa diberantas habis,” pungkas Edi. (cuy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler