Satpol PP-Bakesbanglinmas Tawuran

Minggu, 17 Agustus 2014 – 09:01 WIB

jpnn.com - SURABAYA – Ini contoh perilaku aparatur pemerintahan yang tidak patut ditiru. Petugas satpol PP mengeroyok anggota bakesbanglinmas hanya gara-gara tersinggung saat pertandingan futsal. Perseteruan dua instansi yang kantornya bersebelahan di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu berlanjut sampai pada penyerangan di kantor satpol PP. Ujung-ujungnya, mereka melapor kepada polisi.

Perseteruan tersebut terjadi ketika tim futsal satpol PP bertanding dengan dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) pada Jumat malam (15/8) di kompleks Mangga Dua Wonokromo. Pertandingan yang dimulai sejak pukul 19.00 itu berjalan imbang. Hingga pertandingan berakhir, skornya 1:1.

BACA JUGA: Gelar Agustusan di Gunung Berapi

Pertandingan yang dijaga anggota bakesbanglinmas itu tidak berjalan mulus. Kedua tim beberapa kali terlibat cekcok. Salah satunya, tudingan pelanggaran oleh masing-masing tim tetapi tidak ditindak wasit.

Puncaknya terjadi ketika dua tim tersebut terlibat adu mulut sampai hampir berkelahi. Melihat gelagat yang kurang baik, anggota bakesbanglinmas terjun berusaha melerai. Entah apa sebabnya, justru anggota bakesbanglinmas itu yang menjadi sasaran.

BACA JUGA: Kibarkan Merah Putih dengan Panjat Tebing Setinggi 150 Meter

Tujuh anggota satpol PP yang mengenakan seragam futsal mengeroyok dua anggota bakesbanglinmas. Kejadian tersebut langsung menjadi perhatian banyak orang. Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto sampai mendatangi lokasi kejadian dan mendamaikan mereka. Saat itu pertandingan sempat berlanjut hingga adu penalti dengan skor akhir 4:2 untuk tim satpol PP.

Perdamaian tersebut belum membuat situasi mereda. Perseteruan kembali berlanjut dengan penyerbuan anggota bakesbanglinmas ke kantor satpol PP sekitar pukul 23.00. Penyebabnya, diduga ada provokasi pihak luar yang berteriak bahwa anggota bakesbanglinmas kembali dikeroyok.

BACA JUGA: NU Sulsel: ISIS Biadab, HTI Lebih Beradab

Kejadian itu langsung bisa diredam ketika Kepala Bakesbanglinmas Surabaya Sumarno dan Irvan bertemu serta mendamaikan anak buah mereka. Di sisi lain, dua anggota bakesbanglinmas yang menjadi korban pengeroyokan di lapangan futsal melaporkan anggota satpol PP ke Polsek Wonokromo.

Kapolsek Wonokromo Kompol Suryo Hapsoro membenarkan adanya laporan tersebut. Korban sudah divisum untuk bukti adanya dugaan pengeroyokan. ’’Lukanya memar di pipi karena terkena pukulan,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengaku bertanggung jawab penuh atas perbuatan yang dilakukan anggotanya. Ada tujuh anggota satpol PP yang diperiksa. Mereka rata-rata bekerja sebagai tenaga kontrak empat tahun di satuan penegak perda tersebut. ’’Akan kami berikan sanksi sesuai dengan perbuatan masing-masing,’’ ujarnya.

Sanksi itu antara lain berupa skorsing mulai dua pekan hingga sebulan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan hukuman berat diberikan sampai pemecatan. ’’Kami akan berlaku adil dan tegas,’’ tutur Irvan.

Sabtu (16/8) dia langsung meminta 450 personel satpol PP datang ke balai kota. Mereka bertemu dengan seluruh anggota bakesbanglinmas. Kegiatan itu dilakukan sekaligus sebagai islah dan menjadi kesepakatan perdamaian selamanya. Tidak boleh ada lagi perseteruan susulan setelah tragedi memalukan tersebut.

Soemarno menambahkan, perseteruan anggotanya dengan petugas satpol PP itu dianggap selesai. Sebab, kedua pihak saling memaafkan. ’’Sudah ada perdamaian kok. Tidak ada masalah lagi,’’ ujarnya. Dia menyebutkan bahwa dua anggotanya terluka ringan dan telah mendapat pengobatan dokter. Dua orang itu juga telah ikut dalam kesepakatan damai. (eko/jun/c19/ai)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Usut Kasus Perampokan Kepala Kampung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler