Satpol PP Siap Bikin Jera PSK Bandel

Kamis, 11 Desember 2014 – 23:33 WIB

jpnn.com - SAMPIT - Sampai saat ini keberadaan kupu-kupu malam yang sering mangkal dan menjajakan diri di pinggir jalan, rupanya masih keras kepala. Sehingga penertiban yang beberapa kali dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim  tidak pernah diindahkan.

Seperti halnya terjadi di samping Museum Kayu Sampit, masih saja pekerja seks komersial (PSK)  baik perempuan maupun wanita pria (waria). Memang sejauh ini tindakan Satpol PP Kotim hanya sebatas melakukan penertiban saja, selanjutnya pihak terkait yang memberikan pembinaan.

BACA JUGA: Menteri PU: Kerusakan Jalan Nasional di Banten Terparah di Jawa

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotim Rihel SSos, pihaknya sudah berkoordinasi denggan pihak terkait, khususnya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan melakukan tindakan yang membuat mereka tidak lagi beraksi. Memang selama ini apa yang dilakukan Satpol PP sudah cukup maksimal, tetapi para PSK ini masih saja main kucing-kucingan. Tetapi dengan persiapan yang saat ini sedang digodok, para penjaja cinta tersebut nantinya tidak akan kembali nongkrong di sana.

“Kami  minta masyarakat sabar dulu. Sebentar lagi ada tindakan yang membuat mereka jera dan tidak berani melakukan aktivitas di sana. Kami sudah melakukan razia dan memperingati kepada mereka, tetapi rupanya masih saja kembali beraksi,” katanya.

BACA JUGA: KPK Pilih Bali untuk Program Antikorupsi Berbasis Keluarga

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kotim Bima Ekawardana mengatakan, memang selama ini pihaknya sudah melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada PSK yang berada di lokalisasi. Tetapi dengan keberadaan yang di luas lokalisasi, pihaknya merasa susah mengawasi karena sering kali berpindah-pindah.

Apabila berada di tempat yang telah dianjurkan pemerintah bisa terpantau seperti di Pasir Putih saat ini sudah mencapai 223 orang, untuk di Mekar Jaya sekitar 66 orang serta di daerah lokalisasi lainnya 15 orang .

BACA JUGA: Polres Demak Luncurkan Buku Pintar Lumpuhkan Penjahat

“Kami hanya bisa memberikan pengawasan seerta pembekalan terhadap para pekerja seks komersial untuk bisa hidup lebih baik lagi dengan memberikan penyuluhan. Tetapi semua itu kembali terhadap mereka sendiri,” ujarnya. (son/kam)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Perampok Nyaris Tewas Digebuki Massa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler