Satu Lagi Perusahaan Besar Hengkang dari Batam

Jumat, 14 Juni 2019 – 04:20 WIB
Ribuan pencari kerja memadati Multi Purpose Hall (MPH) kawasan Industri Batamindo. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

jpnn.com, BATAM - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan sebuah perusahaan besar yang beroperasi di Kawasan Industri Mukakuning dipastikan tutup atau tidak beroperasi lagi.

“Ada satu lagi tutup, kalau tak salah PT Foster Electronic Indonesia di Kawasan Industri Muka Kuning. Namun, prosesnya sudah selesai,” kata Rudi, Kamis (13/6/2019).

BACA JUGA: Solusi Belum Ada, Limbah B3 di Kawasan Industri Batam Semakin Menumpuk

kata dia, perusahaan yang memproduksi barang elektronik berupa speaker atau pengeras suara itu sudah melaporkan kondisi perusahaannya sejak tahun lalu.

BACA JUGA: Diduga Inilah Motif Prada Deri Permana Tega Mutilasi Sang Pacar

BACA JUGA: Cara Pemerintah Genjot Industri Petrokimia

Berdasarkan data yang diterima Disnaker, jumlah pekerja permanen tidak terlalu banyak sedangkan lainnya merupakan karyawan kontrak.

“Sudah mereka selesaikan dari tahun lalu. Jadi yang permanen sudah diselesaikan haknya, sedangkan yang kontrak menunggu kontrak habis dan tidak disambung lagi,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemda Harus Lahirkan Industri Baru

Menurutnya, karena proses sudah bertahap dari tahun lalu semua berjalan dengan baik. Meski laporan finalisasi belum disampaikan ke Disnaker, namun sejauh ini lanjut dia, karyawan perusahaan tersebut tidak ada yang menyampaikan keluhan kepada pihaknya.

“Kalau ada masalah pasti karyawan sudah lapor. Kami tinggal menunggu dari pihak mereka melaporkan hasil penyelesaian dengan karyawan saja lagi,” imbuhnya.

Mengenai perusahan yang akan hengkang ke luar Kota Batam, Rudi mengungkapkan tidak ada informasi resmi dari mereka.

“Yang jelas mereka tidak beroperasi lagi di Batam. Selanjutnya ke mana itu tergantung mereka. Paling penting itu nasib karyawan terselesaikan,” tambahnya.

Disinggung mengenai persaingan kerja di Batam pascalebaran? Rudi menjelaskan pencari kerja ke Batam mengalami peningkatan usai lebaran. Perpindahan penduduk ini sudah menjadi tren setiap tahunnya.

BACA JUGA: Jelang Arungi Liga 2, Martapura FC Dapat Sokongan Dana dari Hasnuryadi

“Masalahnya mereka yang datang ini tidak bisa memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan, sehingga angka pencari kerja bertambah. Mereka kebanyakan terbentur di tinggi badan,” tambahnya.

Pertumbuhan perusahaan selalu ada. Seperti yang dirilis pengelola kawasan industri beberapa waktu lalu. Artinya, kebutuhan akan terus ada. “Sekarang apakah mereka bisa bersaing. Itu saja persoalannya,” lanjut Rudi.

Sejauh ini belum ada informasi terkait penambahan perusahaan yang akan menutup operasi mereka di Batam. Dia berharap hal ini bisa bertahan hingga akhir tahun nanti. “Mudah-mudahan jangan ada lagi, jadi sektor industri ini bisa terus tumbuh ke depannya,” sebutnya.

Berdasarkan data terakhir dari Disnaker, jumlah perusahaan dan usaha yang tutup di Kota Batam mencapai 62 perusahaan dan merumahkan 32.478 pekerjanya selama 2018 lalu.(yui)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Produk Impor Bikin Industri Meter Air Domestik Terjepit


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler