Satu Orang Pelajar Tewas Akibat Tawuran Maut di Sukabumi, Kapolres: Mohon Doanya

Rabu, 09 Agustus 2023 – 22:09 WIB
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo saat memberikan keterangan pers terkait kasus tawuran antar-pelajar di Kabupaten Sukabumi, Jabar yang menewaskan seorang pelajar dari salah satu SMK swasta di Kota Sukabumi pada Rabu, (9/8). Antara/Aditya Rohman

jpnn.com, SUKABUMI - Polisi masih terus mendalami kasus tawuran maut antarpelajar yang menewaskan salah satu siswa SMK swasta di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu, (9/8) dini hari.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan korban yang tewas berinisial AR, 18. Dia mengatakan pihaknya sudah memeriksa saksi terkait  tawuran antarpelajar dari dua SMK swasta di Kampung Jatimekar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi tersebut.

BACA JUGA: Seorang Siswa SMK Tewas Saat Tawuran Pelajar

"Kami sudah memeriksa sejumlah saksi mulai dari keluarga dan rekan korban hingga warga yang berada di lokasi kejadian," kata Ari di Sukabumi, Rabu.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian sesuai keterangan saksi, korban AR pada Selasa, (8/8) pukul 23.00 WIB masih berada di rumahnya sedang bermain handphone.

BACA JUGA: 5 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Jaksel Dibekuk Polisi

Namun, sekitar pukul 00.30 WIB pada Rabu, (9/8) korban tiba-tiba keluar rumah dengan dijemput oleh beberapa orang rekannya.

Pada pukul 02.15 WIB, pihak keluarga menerima informasi bahwa AR dilarikan ke RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi dan 15 menit kemudian pelajar ini dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA: Bawa Sajam untuk Tawuran, Pelajar di Palembang Ditangkap Polisi

Diduga saat berada di rumahnya korban sudah janjian dengan rekan-rekannya untuk merencanakan tawuran dengan pelajar SMK lainnya.

Informasi yang berkembang di media sosial tawuran antar-pelajar itu berasal dari dua SMK berbeda yakni SMK P dan SMK BT, di mana AR merupakan pelajar SMK P.

Saat tawuran pecah diduga korban terkena sabetan senjata tajam di bagian pangkal paha kiri yang mengakibatkan terjadi pendarahan parah. Usai korban terkapar, seluruh pelajar yang terlibat tawuran itu kabur meninggalkan AR seorang diri.

Warga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi untuk mendapatkan pengobatan, tetapi sayang nyawanya tidak terselamatkan.

Menurut Ari, dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, sebelum tawuran pecah, korban sudah janjian untuk ikut tawuran bersama rekan-rekannya.

Adapun saksi yang sudah dimintai keterangan yakni dari pihak keluarga sebanyak dua orang, masyarakat tiga orang serta teman-teman korban empat orang.

"Mohon doanya dan dukungan dari masyarakat agar kami bisa segera mengungkap kejadian ini," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan penyelidikan dugaan kasus tawuran antarpelajar akan diproses secara profesional dan menindak tegas siapa pun yang terlibat.

Di sisi lain, Ari mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua untuk lebih mengawasi dan memperhatikan aktivitas dan rekan bergaul putra-putrinya sebagai antisipasi agar tidak terjerumus pada perbuatan negatif seperti terlibat kasus kriminalitas.

Selain itu, tidak memberikan izin keluar rumah pada malam hari jika tidak ada hal yang benar-benar penting, karena lemahnya pengawasan akan membahayakan dan merugikan individu atau anak tersebut, keluarga bahkan orang lain.

Warga pun diminta untuk berperan aktif dalam memberikan informasi jika melihat atau mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas maupun kasus kriminal lainnya dengan menghubungi kantor kepolisian terdekat ataupun melapor ke aplikasi Lapor Pak Polisi-SIAP MAS di nomor 0811654110 agar bisa dengan cepat ditanggulangi.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler