Saudi Terancam Kehilangan Dukungan Amerika di Yaman

Jumat, 02 Maret 2018 – 14:48 WIB
Bom Saudi menghancurkan bangunan-bangunan di Yaman. Foto: Reuters

jpnn.com, WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) berusaha mengakhiri dukungan negara adidaya tersebut untuk Arab Saudi dalam perang Yaman.

Lewat pengajuan sebuah rancangan resolusi yang menyerukan diakhirinya dukungan militer AS untuk koalisi pimpinan Saudi dalam perang Yaman yang diresmikan oleh Senator Bernie Sanders, Mike Lee, dan Chris Murphy pada Rabu (1/3).

BACA JUGA: Sekte Keagamaan Bersenjata Bikin AS Menjerit Ketakutan

Sanders mengatakan, resolusi ini ditujukan untuk membuat regulasi yang kuat namun jarang digunakan.

Dalam undang-undang 1973 mengenai Kekuasaan Perang. Isinya memberi Kongres AS wewenang untuk mengesampingkan presiden dan menarik pasukannya.

BACA JUGA: Astaga! Korban Perang Yaman Diserang Kolera

"Karena Kongres AS belum mengumumkan perang atau kekuatan militer yang berwenang dalam konflik ini, keterlibatan AS di Yaman inkonstitusional dan tidak sah. Dukungan militer AS terhadap koalisi Saudi harus berakhir," kata Sanders pada sebuah konferensi pers pada Rabu seperti dilansir Al Jazeera.

Sanders menekankan, di bawah Konstitusi, Kongres AS adalah satu-satunya otoritas yang dapat menyatakan perang. Ini menyinggung perpecahan di Pemerintah AS antara Kongres AS dan Presiden AS Donald Trump sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

BACA JUGA: Demo Pelajar Sukses Bikin Asosiasi Senjata Api Merugi

"Banyak orang Amerika tidak menyadari kalau orang-orang Yaman menderita akibat perang sipil dengan Arab Saudi dan sekutu mereka, dan juga pemberontak Houthi di sisi lain," terang Sanders.

Selain itu, lanjut Sanders, bila pasukan AS secara aktif terlibat dan mendukung orang-orang Saudi dalam perang ini, seperti memberikan informasi intelijen, pengisian bahan bakar pesawat terbang, juga penyediaan bom yang telah membunuh ribuan orang, maka ini akan membuat krisis Yaman jauh lebih buruk.

Yaman telah terkoyak konflik berdarah sejak 2014 ketika pemberontak Houthi yang bersekutu dengan tentara mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menguasai daerah-daerah yang luas di negara tersebut, termasuk Ibu Kota Sanaa.

Arab Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran melawan pemberontak Houthi yang berafiliasi dengan Iran pada Maret 2015.

Saudi ingin memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Sejak itu, AS telah membantu koalisi pimpinan Saudi dengan dukungan persenjataan dan logistik. (ina/ce1/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Olimpiade Selesai, AS dan Korut Ribut Lagi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler