SBY Tetap Dukung Sri Sultan HB X jadi Gubernur

Kamis, 02 Desember 2010 – 17:25 WIB
JAKARTA - Terjawab sudah kebingungan publik terhadap pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), perihal adanya sistem monarki di tengah tatanan demokrasi di IndonesiaDalam konferensi pers-nya di Istana Negara, Kamis (2/12), SBY menyatakan bahwa dirinya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, masih mendukung kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X sebagai Gubernur dan Sri Paduka Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Tolong dicatat tebal-tebal, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, saya berpendapat bahwa untuk kepemimpinan Gubernur DIY lima tahun ke depan, yang terbaik dan paling tepat adalah tetap Saudara Sri Sultan Hamengkubowono X," tegas SBY.

Diakui SBY, bahwa memanasnya perihal hak keistimewaan Yogyakarta itu, mulai ramai dibahas dan menjadi isu hangat nasional, sejak pernyataannya pada Sidang Kabinet 26 November lalu

BACA JUGA: SBY Pastikan Dengarkan Sri Sultan

Namun katanya, banyak yang salah mengartikan pernyataannya dan justru semakin memperburuk suasana.

"Ada yang seolah-olah (memandang) SBY menghalang-halangi Sri Sultan menjadi Gubernur, setelah Oktober 2011 mendatang
Saya melihat, statement sudah banyak pula yang bergeser, dan mencampuradukkan antara fakta dengan perkiraan

BACA JUGA: KMS Serahkan Empat Bundel Bukti Baru

Antara pemerintahan dengan politik praktis," kata SBY.

SBY pun meminta agar semua kalangan yang mempersoalkan pernyataannya tersebut, untuk kembali menyimak dengan baik apa yang dikatakannya
SBY pun mengulang kembali sambutannya pada Sidang Kabinet 26 November 2010 lalu, dan menjelaskan bahwa pernyataannya tidak menyentuh pada hal substansial dari keistimewaan yang dimiliki Yogyakarta.

"Saya tidak sampai pada putusan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur dipilih secara langsung atau tidak

BACA JUGA: Priyo: Pernyataan Presiden Tenangkan Kesalahpahaman

Pengantar saya saat itu singkat, karena RUU itu masih dalam tahap penggodokan dan pematangan, sebelum diserahkan pada DPRSaya persilakan kepada masyarakat luas untuk kembali memdengarkan pernyataan saya tersebut," ucap SBY.

SBY pun mengungkapkan fakta sejarah, bagaimana dirinya selalu mendukung keistimewaan yang dimiliki DIYLengkap dengan aspek kesejarahan yang tercakup dalam RUUK DIYBahkan SBY menegaskan, bahwa saat Sri Sultan Hamengkubowono pernah menyatakan tidak ingin menjadi Gubernur lagi tahun 2007, setahun menjelang masa tugas Sri Sultan berakhir, dirinya tetap memperpanjang masa tugas Sri Sultan hingga 2011.

"Saya selalu mengikuti dengan seksama, saat Sri Sultan menyampaikan orasi di depan publik, bahwa beliau tidak ingin lagi menjadi Gubernur setelah 2008Namun selaku Presiden RI dan setelah mempertimbangkan usulan dari DIY, saya tetap ambil inisiatif untuk memperpanjang masa Gubernur DIY hingga 2011Dan ke depannya, Yogyakarta memang tetap keistimewaannya," kata SBY(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Gayus Bisa jadi Gebrakan Awal Busyro


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler