SCCIC ITB Umumkan Hasil Riset Rating Kota Cerdas Indonesia & RTDI 2023

Selasa, 13 Februari 2024 – 14:26 WIB
Smart City and Community Innovation Center (SCCIC), Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengumumkan hasil riset Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) dan Rating Tranformasi Digital Indonesia (RTDI) tahun 2023. Foto dok. SCCIC ITB

jpnn.com, JAKARTA - Smart City and Community Innovation Center (SCCIC), Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengumumkan hasil riset Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) dan Rating Tranformasi Digital Indonesia (RTDI) tahun 2023. 

Kepala Tim Riset SCCIC ITB, Prof. Suhono Harso Supangkat menyampaikan saat ini, evaluasi terhadap kota di Indonesia mengenai smart city dan transformasi digital dirasa masih kurang.

BACA JUGA: Kemenkominfo Gencarkan Literasi Digital Menjelang Pemilu 2024

Banyak presepsi bahwa kota cerdas adalah kota yang memiliki berbagai teknologi informasi canggih, padahal lebih penting adalah bagaimana membuat warganya dapat hidup nyaman, bahagia, sejahtera, dan berkelanjutan.

"Oleh karena itu, ITB melakukan kegiatan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) dan Rating Transformasi Digital Indonesia (RTDI) untuk mengukur pencapaian kualitas implementasi smart city serta transformasi digital yang telah dilakukan suatu kota," tutur Prof. Suhono dalam keterangannya dikutip Selasa (13/2).

BACA JUGA: Literasi Digital Jadi Bekal Masyarakat Menjelang Pemilu

Kegiatan RKCI dan RTDI 2023 ini bertujuan mengukur kesiapan digital kota-kota di Indonesia, melakukan pengukuran kinerja terhadap pengelolaan kota, dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai permasalahan serta potensi yang akan dihadapi kota.

Kegiatan ini tidak hanya menyoroti kemajuan kota-kota dalam pengembangan kota pintar, tetapi juga berfungsi sebagai platform pertukaran pengetahuan dan kolaborasi.

BACA JUGA: Literasi Digital Jadi Penangkal Hoaks & SARA pada Pemilu 2024

Dengan memupuk persaingan yang sehat dan berbagi praktik terbaik, ITB bertujuan mengkatalisasi gerakan nasional menuju pusat kota yang lebih cerdas dan berteknologi maju.

RKCI 2023 adalah kegiatan dwitahunan yang dilakukan kelima kalinya oleh ITB setelah awal mula dilakukan pada 2015. Tahun 2023 jumlah kota yang menjadi partisipan sebanyak 30 kota dengan digolongkan menjadi kota besar, sedang, dan kecil. 

Kategori award tahun ini dibagi dalam 10 kategori, di antaranya kota menuju cerdas, kota dengan ekonomi cerdas, sosial cerdas, lingkungan cerdas, infrastruktur cerdas.

Lalu, kesehatan cerdas, mobilitas cerdas, kota dengan keamanan dan penanggulangan bencana cerdas, tata kelola kota cerdas, dan ekonomi sirkular. 

"Dari penilaian tersebut, juga diperoleh pembagian kota berupa 3 integrated city, 12 scattered city, 11 initiative city, dan 4 ad-hoc city," ungkapnya.

RTDI 2023 memasuki tahun kedua kalinya setelah awal mula dilakukan pada 2021. Tahun 2023 jumlah kota yang menjadi partisipan sebanyak 12 kota. Pada masing-masing kota sebanyak 12 dinas yang harus terlibat menjadi partisipan.

Peniliaian terdiri dari 5 domain, di antaranya sumber daya manusia, proses, teknologi, manajemen data, dan literasi digital. 

"Hasil-hasil ini tidak hanya menjadi catatan pencapaian, tetapi juga menjadi panduan untuk melangkah maju menuju kota cerdas yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Prof. Suhono.

Selama 10 tahun ini, SCCIC ITB telah memimpin dalam menghasilkan pengetahuan dan solusi praktis yang dapat diadopsi oleh kota-kota di seluruh dunia. Hasil kedua riset ini diharapkan menjadi bahan evaluasi pemerintahan kota untuk meningkatkan kinerja dan kualitas hidup masyarakat. 

Di samping memicu interaksi antarkota untuk saling belajar dan bekerja sama untuk mendukung pembangunan kota cerdas secara global.

"Riset lengkap dan temuan dapat diakses melalui link https://citylab.itb.ac.id/," pungkas Prof. Suhono. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler