Sebanyak 1,5 Juta Anak tak Diimunisasi, Virus Rubella Mengancam

Sabtu, 15 Juli 2017 – 19:37 WIB
Anak-anak. Ilustrasi Foto: Indopos/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan terus melakukan gerakan imunisasi pada bayi dan anak.

Imunisasi ini diyakini bisa menangkal virus Campak Rubella yang mengintai anak-anak.

BACA JUGA: Ckck...Tempat Hiburan Malam Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Menurut Subdit Imunisasi Kemenkes Hastita Meyta, jumlah anak di Indonesia yang belum diimunisasi cukup banyak.

Data WHO menyebutkan, pada 2015 ada 1,5 juta anak Indonesia tidak diimunisasi. Hal ini sangat membahayakan karena bisa terserang virus Campak Rubella.

BACA JUGA: Polisi Harus Pertajam Penyidikan Pesta Gay

"Karena virus Campak Rubella ini makanya masa imunisasi anak yang tadinya hanya sampai kelas III SD, diperpanjang hingga kelas V SD. Harapannya agar anak-anak ini memiliki imun hingga 25 tahun," kata Meyta dalam forum diskusi imunisasi, Sabtu (15/7).

Dia menyebutkan, anak yang terkena virus ini bisa menyebabkan kelumpuhan, kebutaan hingga kematian. Bahkan saat virus menyerang, butuh dana yang tidak sedikit untuk pengobatan.

BACA JUGA: Biaya Gratis, Tapi kok Banyak Anak-anak Belum Punya Akta Kelahiran?

"Untuk mengobati anak yang kena Campak Rubella bisa menghabiskan dana sekira Rp 250 juta," ucapnya.

Itu sebabnya Kemenkes terus mengampanyekan gerakan imunisasi agar anak-anak tidak terserang Campak Rubella.

"Imunisasi gratis dan bagus kualitasnya. Hilangkan pandangan yang gratis itu jelek. Imunisasi digratiskan pemerintah karena diatur oleh undang-undang," tandasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mantan Penyanyi Cilik ini Buat Program Edukasi untuk Anak


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler