Sebelum Beraksi, Komplotan Berkedok Taksi Online Pesta Sabu

Sabtu, 28 April 2018 – 17:47 WIB
GrabCar. Foto Tekno

jpnn.com, JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Surantana Sitepu mengatakan, komplotan rampok yang menggasak harta Sansan (24) sebelum beraksi sempat menggelar pesta narkoba.

Hal ini terungkap setelah penyidik memeriksa pelaku lebih lanjut.

BACA JUGA: Sopir Taksi Online Urung Perkosa Sansan Gegara Datang Bulan

“Aksi ini sudah terencana, otaknya Ledi alias Alung,” kata dia ketika dikonfirmasi, Sabtu (28/4).

Menurut dia, sebelum beraksi Alung menghubungi dua pelaku lainnya yakni Suherman (23) dan Apriyadi (22).

BACA JUGA: Derita Sopir Online, Dulu Rp 15 Juta, Sekarang Turun Drastis

“Pelaku (Alung) mengatakan 'ayo kerja'. Itu sandinya. Kalau dari sandi itu, kami pikir sudah dilakukan beberapa kali, tapi pengakuan pelaku baru sekali," imbuh dia.

Lalu Alung menjemput dua pelaku lainnya di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara. Di sana mereka sempat pesta sabu-sabu sebelum beraksi sambil menunggu ada yang memesan GrabCar dengan aplikasi milik ayah tirinya, Gunawan.

BACA JUGA: Aksi Demonstrasi Pengemudi Taksi Online, Satu Pingsan

Edy mengatakan, saat itu pelaku akan menyikat siapa saja korbannya, entah itu wanita atau lelaki.

"Kebetulan ada yang pesan dan kebetulan memang wanita. Kemungkinan, siapa saja yang pesan jadi korban mereka," sambung Edy.

Diketahui korban disekap kala menumpangi taksi online Grab dari kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Korban naik taksi dengan pergi ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam perjalanan, tiba-tiba saja saat di bagian tengah mobil ada dua orang dari kursi bagian belakang menyergapnya.

"Korban disekap dua orang tak dikenal dengan jaket. Lalu, kaki korban diikat,” urai dia.

Sejumlah harta benda digasak, bahkan korban nyaris diperkosa namun batal karena korban sedang datang bulan.

Aksi perampokan ini terjadi pada Senin (23/4) lalu. Ketiga pelaku ditangkap pada Rabu dan Kamis di kawasan Jakarta Barat.

Salah satu pelaku terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap polisi, yakni berupaya menabrak anggota yang akan menangkap.

Dia adalah Alung yang merupakan otak perampokan ini.(mg1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratusan Pengemudi Taksi Online Demonstrasi di Depan Istana


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler