Sebelum Gantung Diri, Ucapkan Begini ke Keluarga

Sabtu, 06 Februari 2016 – 02:19 WIB
Foto ilustrasi.dok.Jawa Pos

jpnn.com - TONDANO – Peristiwa gantung diri menghebohkan warga Kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur, kemarin (5/2) pagi. 

Pria yang teridentifikasi inisial Mek (41), warga Lingkungan III, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Barat, ditemukan tewas tergantung di pohon kelapa, tepat di halaman belakang rumah milik Pdt AFT Mochkolinung, warga Kiniar, Lingkungan IV.

BACA JUGA: PERIH! Suami Tugas di Pulau, Istri Selingkuh dengan Polisi

Pdt Mochkolinung yang pertama kali menemukan korban tergantung langsung bergegas meminta pertolongan kepada warga setempat. Tak selang lama, Tim Identifikasi Polres Minahasa langsung tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Informasi yang dirangkum menyebutkan, korban diduga stres atau depresi. Pasalnya, sebelum ditemukan tergantung sempat cekcok dengan istri. 

BACA JUGA: Rumah Adat Gobel Direnovasi, Warga Protes

Bahkan, sejumlah tubuh korban terdapat luka pada bagian lengan kiri dan kanan. Selain itu, terdapat luka-luka sayatan, yang diduga dilakukan korban sendiri.

“Malam sebelum kejadian, korban sempat cekcok dengan istri, karena istri sempat meninggalkan korban beberapa hari. Sekitar dini hari jam 02.30 Wita, korban kemudian pergi meninggalkan rumah entah kemana. Kemudian, ditemukan pagi hari sudah meninggal dengan gantung diri,” ujar Stenly salah satu keluarga korban, yang juga bertetangga dengan korban.

BACA JUGA: Besok Menhan Resmikan IKP di Solo

Keluarga korban lainnya Feni Pangmanan menceritakan, sebelum meninggalkan rumah, korban sempat mengucapkan kata selamat tinggal.

“Dia bilang ke saya ‘selamat tinggal’, lalu dia pergi,” kutip Feni.

Sementara, anak pertama korban, inisial JW (23) membenarkan, bila korban keluar dari rumah sekitar jam 02.30 dini hari karena ada masalah.

“Memang ada sedikit masalah antara mama dengan papa. Sempat cekcok yang kemudian papa keluar dari rumah subuh,” ujar JW.

Kepala Satuan Reskrim Polres Minahasa, Iptu Edi Kusniadi SIK, ketika ditemui wartawan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil olah TKP, korban murni meninggal karena bunuh diri.

“Dari beberapa hasil olah TKP, di tubuh korban ditemukan sperma, lidah terjulur, mata melotot, mengeluarkan air liur dan tanda seutas tali di leher, yang merupakan ciri-ciri orang gantung diri. Dari keterangan keluarga bahwa memang ada masalah antara korban dengan istri, yang diduga menjadi pemicu korban memilih akhiri hidup dengan gantung diri,” ujar Kusniadi. (Laa/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Doyan Miras Oplosan? Neh 13 Orang Tewas di Yogyakarta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler