Segmen Menengah Dominasi Pasar Properti

Selasa, 24 Oktober 2017 – 15:24 WIB
Ilustrasi perumahan. Foto: Bontang Post/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Pasar properti masih didominasi segmen menengah dengan harga unit di bawah Rp 1 miliar.

Karena itu, pengembang properti mau tak mau harus mengalihkan fokusnya pada segmen tersebut.

BACA JUGA: Pengembang Properti Incar Area di Sekitar LRT

Manajer Unit Bisnis Jayaland, pengembang Puri Surya Jaya, Samson Suryanto mengatakan, melihat kondisi sekarang, developer memilih menyiapkan produk yang permintaan pasarnya besar.

”Kalau dibandingkan tahun lalu, komposisi rumah di atas Rp 1 miliar tahun ini berkurang,” kata Samson, Senin (23/10).

BACA JUGA: Kesempatan Emas Pilih Properti dalam Pameran di Sency

Tahun ini komposisinya tinggal 15–20 persen. Padahal, sebelumnya angkanya bisa mencapai 30–40 persen.

Selebihnya merupakan rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

BACA JUGA: Sinar Mas Tawarkan Kemudahan Beli Properti

Selain dari kalangan end user, investor mengincar pasar menengah tersebut.

Apalagi, ditunjang dengan strategi pemasaran nomor urut pemesanan (NUP), komposisi pembeli dari kalangan investor juga meningkat.

”Biasanya, penjualan satu klaster dengan cara reguler perlu waktu 1–2 tahun untuk bisa habis. Kalau dengan NUP, hanya perlu waktu 1–2 hari,” papar Samson.

Karena itu, pihaknya optimistis target pertumbuhan penjualan sebesar 15–20 persen tahun ini bisa tercapai.

Nilainya sebesar Rp 100 miliar. Sebanyak 80 persen penjualan disumbang dari program launching dan NUP.

Sisanya, 20 persen, berasal dari penjualan reguler. Tahun lalu sumbangan keduanya masih sebanding.

Kendati demikian, strategi pemasaran NUP itu tidak berpengaruh terhadap tingkat hunian.

”Investor ambil peluang 3–4 bulan, setelahnya dijual pada end user,” ungkapnya.

Karena itu, pemasaran distrik baru, Osaka, kali ini masih tetap memakai strategi NUP.

Pihaknya optimistis pemasaran klaster pertama sebanyak 150 unit bisa terjual minimal 90 persen.

Principal Ray White Diponegoro Andy Suanda menambahkan, rumah tapak atau landed house masih diminati pasar pada semester kedua ini.

Banyak developer yang meluncurkan produk landed.

 ”Jadi, pada semester kedua ini, primary mendominasi ketimbang secondary,” ucapnya. (res/c17/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Saatnya Beli Properti


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler