Sehari 2 Kapal Kecelakaan, Satu Dihempas Ombak Baubau, Lainnya Karam di Bokori

Selasa, 26 Januari 2016 – 10:03 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - KENDARI - Musibah transportasi laut di perairan Sulawesi Tenggara terjadi lagi. Dua kapal penumpang mengalami kecelakaan, di lokasi yang berbeda pada waktu yang hampir bersamaan, Minggu (24/1). 

Kapal penumpang rute Baubau-Wamengkoli (Buton) dihempas ombak tinggi di Perairan Pasir Panjang Baubau, sementara kapal rute Bokori-Kendari, karam di Perairan Bokori.

BACA JUGA: Keren, Para Polantas Ini Belajar dari Teror Bom Sarinah

Sebanyak 90 penumpang berhasil diselamatkan dalam kecelakaan tersebut. Kapal rute Baubau-Wamengkoli merupakan kapal ketinting yang memuat 16 penumpang. Sementara, kapal rute Bokori-Kendari bernama KM Sama Subur 07 memuat 74 penumpang. Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim SAR Kendari.

Kepala Kantor SAR Kendari, Amirudin mengungkapkan, insiden pertama dialami kapal ketinting rute Baubau-Wamengkoli (Buton) yang dihempas ombak setinggi 1,5 meter. Kecelakaan tersebut terjadi pukul 13.00 Wita, Minggu (24/1).

BACA JUGA: Lihat...Banjir Setinggi Pinggang Rendam Pasar Youtefa

"Ombak menghantam kapal dari samping kanan. Seluruh penumpang berusaha menyelamatkan diri. Untung masih ada yang sempat mengabarkan kejadian itu pada kami sehingga SAR Baubau langsung melakukan penyelamatan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Fery Baubau," ungkap Amiruddin seperti dikutip dari Kendari Pos, Selasa (26/1).

Sebagian penumpang, kata dia, ada yang sudah terdampar di Pantai Pasir Panjang Baubau. Memang kondisi cuaca terlihat cerah, tapi ombak mencapai 1,5 meter. "Semuanya berhasil diselamatkan, termasuk ABK kapal," ujarnya.

BACA JUGA: Dor! Polisi Ditembak saat Ambil Uang di ATM

Kemudian, pada pukul 19.00 Wita, Kantor SAR Kendari kembali menerima laporan adanya kapal karam di Perairan Bokori. KM Sama Subur 07 GT 30T karam. "Kami langsung menuju TKP. Kapal tersebut memuat 74 penumpang. Semuanya selamat dan berhasil kami evakuasi ke Pelabuhan Samudera Kendari," terangnya.

Amirudin menambahkan, saat ini BMKG telah mengeluarkan rilisnya bahwa gelombang di perairan Sultra cukup tinggi. Olehnya itu, ia mengimbau seluruh kapten kapal berhati-hati dan memedomani SOP pelayaran. "Kalau misalnya dilarang berangkat, jangan lakukan. Jika merasa over kapasitas, jangan berangkat. Karena itu dapat menjadi pemicu Laka laut," imbaunya. (egy/b/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hobi Selfie, Jabatan Kepala SKPD Terancam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler