Di tengah kekhawatiran banyak pihak mengenai kemungkinan letusan Gunung Agung di Bali, ternyata ada tiga orang yang diketahui berada di puncak dekat kawah gunung berapi tersebut.

Sebuah video yang beredar di media sosial Facebook menunjukkan bahwa para pria itu berdiri dengan latar belakang kawah yang mengeluarkan uap yang semakin terlihat meningkat.

BACA JUGA: Dua Kapal Perang Australia Menuju ke Semenanjung Korea

Kawasan itu sebenarnya telah dievakuasi. Sebuah zona dengan radius 12 kilometer dari gunung itu telah dinyatakan steril.

Sejauh ini lebih dari 100.000 warga telah ditampung di pusat-pusat evakuasi di berbagai wilayah karena Gunung Agung diperkirakan bisa meletus setiap saat.

BACA JUGA: Buron 2 Tahun, Gembong Narkoba Australia Ditangkap di Filipina

Salah seorang warga terlihat yang berada di puncak Gunung Agung.

Facebook: Mangku Mokoh

Pihak berwenang menyatakan sangat menyesalkan perbuatan para pria tersebut dan mengatakan bahwa hal itu sangat tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA: Warga Melbourne Diminta Waspadai Wabah Campak

Dikhawatirkan perbuatan para pria itu bisa memancing orang lain untuk menirunya untuk masuk ke wilayah terlarang sampai dianggap aman.Diminta kembali ke rumah

Badan penanggulangan bencana menyatakan lebih dari 144.000 orang kini telah meninggalkan daerah di sekitar gunung berapi, termasuk dari lokasi di luar zona bahaya langsung.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendesak masyarakat dari daerah yang secara resmi aman untuk kembali ke rumah masing-masing. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 75.000 warga.

Dia mengatakan tidak ada alasan bagi mereka untuk mengungsi. Menurut dia, warga ini menjadi "beban" pengungsi asli dan tempat penampungan sementara yang disiapkan.

Menurut Gubernur Pastika, pihak berwenang dapat menggunakan data registrasi desa untuk mengidentifikasi pengungsi resmi. Drone footage shows Mount Agung exclusion zone. 29 Sep 2017

Di dekat zona bahaya sejumlah dusun tampak tidak berpenghuni namun kehidupan sehari-hari terus berlanjut di tempat lainnya.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami tidak bisa memprediksi apapun," kata Wayan Sudarma, warga yang masih kembali ke gunung untuk membantu mengevakuasi ternak.

Dia mengaku tidak takut meski ada risiko.

Para ahli vulkanologi mengatakan eskalasi dramatis pekan lalu akibat gempa mengindikasikan kemungkinan lebih besar terjadinya letusan. Namun mereka tidak dapat memastikan kapan hal itu akan terjadi. Para pengungsi di salah satu tempat penampungan di Klungkung, Bali.

AP: Firdia Lisnawati

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

ABC/Reuters

BACA ARTIKEL LAINNYA... Amelia Lemondhi, Juru Bahasa di Antara 2 Pemimpin

Berita Terkait