Sekali Tekan, Uang Nyaris Rp 100 Juta Milik Bella Lenyap, Tak Disangka

Sabtu, 29 Oktober 2022 – 19:49 WIB
Pimpinan Cabang BRI Garut Jimmy Fajriansyah menuturkan sejak mendapatkan laporan dan langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Ilustrasi Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Berawal dari terbujuk mengakses tautan atau link Rizka Bella Tri Kartika kehingan uang nyaris Rp 100 juta di dalam rekeningnya.

Padahal, saldo tabungan sebesar Rp 99,5 juta itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha itu pun hilang.

BACA JUGA: Ingin Mendapatkan Uang? Silakan Coba 6 Aplikasi Ini yang Aman dan Terbukti Membayar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Kepolisian dengan sigap berhasil menggagalkan aksi penipuan berkedok rekayasa sosial atau social engineering yang nyaris menguras tabungan nasabah BRI itu.

Bella menjadi korban aksi penipuan social engineering dengan modus pengumuman perubahan tarif transaksi bank.

BACA JUGA: Penilap Uang Korban Maskapai Lion Air Siap-siap Saja, Kejagung Susun Surat Dakwaan

"Jika diabaikan, saya dianggap setuju dengan pilihan pertama. Makanya saya langsung ikuti perintah yang disampaikan," ujar Bella dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Semula, korban tidak menanggapi pesan singkat karena sedang berada di sekolah anak. Pelaku kemudian menghubungi korban dengan mengaku sebagai pegawai BRI yang membutuhkan kepastian.

BACA JUGA: Junus Pakai Uang Pelicin Rp 250 Juta Gagal jadi Polisi, Komentar Mas Sugeng IPW Tegas

"Katanya terkait besaran tarif transfer. Jadi saya harus memilih apakah akan mengggunakan tarif sebesar Rp 150 ribu per bulan unlimited transaksi atau tarif semula sebesar Rp 6.500 per transaksi," kata Bella.

Setelah sadar bahwa dirinya tertipu, Bella langsung menghubungi BRI untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya dan mendapatkan penjelasan bahwa telah menjadi korban penipuan berkedok social engineering.

BRI menyarankan untuk pemblokiran rekening dan nasabah menyetujuinya.

"Selanjutnya saya langsung lapor ke polisi, pertama ke Polsek Kadungora dahulu, kemudian ke Polres Garut agar ditangani oleh tim IT Kepolisian. Dari penelusuran tim IT Polres Garut, diketahui bahwa nomor yang menghubungi saya itu tercatat sebagai pelaku penipuan BRI," ujar Bella.

Pimpinan Cabang BRI Garut Jimmy Fajriansyah menuturkan sejak mendapatkan laporan dan langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

"Alhamdulillah sekarang uangnya sudah kembali," ujar Jimmy.

BRI pun terus mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, menjaga data pribadi, dan data perbankan.

"BRI selalu menjaga data kerahasiaan nasabah, dan tidak pernah menghubungi nasabah untuk meminta data rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP dan sebagainya," kata Jimmy.

Social engineering merupakan suatu teknik penipuan yang memanipulasi psikologis korban dan modus kejahatan yang harus menjadi perhatian masyarakat saat ini. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler