Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin

Sekjen MUI: Kalau Ukurannya Pertumbuhan Ekonomi, Jelas Jokowi Gagal Total

Senin, 19 Oktober 2020 – 16:23 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Muhammadiyah

jpnn.com, JAKARTA - Sekjen MUI Anwar Abbas memberi catatan kritis dari sisi perekonomian dalam setahun pemerintahan Presiden Jokowi  dan Wapres Ma'ruf Amin.

Jika mengacu pada pertumbuhan ekonomi, dia menilai pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sudah gagal total.

BACA JUGA: Setahun Jokowi-Maruf, Perlukah Reshuffle Kabinet?

"Apakah pemerintah Jokowi berhasil atau tidak di tengah-tengah Covid-19 dan krisis ekonomi global ini? Tentu pasti akan sangat sulit, kalau ukurannya pertumbuhan ekonomi, sudah jelas pemerintah Jokowi sudah gagal total," kata Anwar dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Senin (19/10).

Saat ini, kata Anwar, Indonesia sudah masuk ke jurang resesi.

BACA JUGA: MUI Kecam Pengesahan RUU Cipta Kerja, Anwar: Oligarki Politik Makin Jelas

Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus dalam dua kuartal ke belakang. Imbas lainnya, lanjutnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tinggi.

"Pertumbuhan ekonominya negatif dalam dua kuartal secara berturut-turut, sehingga menyebabkan meningkatnya secara tajam angka PHK, pengangguran, dan kemiskinan."

BACA JUGA: Jokowi Khawatir Libur Panjang Oktober Jadi Titik Penyebaran Covid-19

"Terlebih lagi, kalau dibandingkan dengan masa atau periode sebelumnya hal ini jelas merupakan kemunduran yang luar biasa," tutur Anwar.

Dia mengatakan, pemerintahan era Jokowi belum tentu bisa memulihkan sisi pertumbuhan ekonomi ini dalam waktu dekat.

Hanya saja, ujar Anwar, catatan minor tadi bukan berarti pemerintahan Jokowi telah gagal.

Sebab, kata dia, siapa pun yang menjadi Presiden RI pada saat ini akan sulit menyelematkan Indonesia dari jurang resesi. Terlebih dampak Covid-19 telah mendunia.

"Siapa pun yang menjadi presiden di negeri ini, sekarang ini, pasti juga tidak akan mampu menghindarinya karena masalah ini  tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan Covid-19 yang tidak hanya melanda dan merontokkan ekonomi negeri ini, tetapi juga banyak negara di dunia," sambungnya.

Dari persoalan buruknya pertumbuhan ekonomi ini, Anwar berharap pemerintahan Jokowi segera berbenah.

Satu di antaranya membenahi ekonomi dengan memperbesar daya beli rakyat.

"Meminjam istilah Bung Hatta, pemerintah harus benar-benar bisa membuat dan membenahi ekonomi nasional dengan memperbesar tenaga beli rakyat."

"Produksi yang dilakukan harus ditujukan pertama-tama dan utama ialah untuk kepentingan ke dalam yaitu untuk memenuhi kebutuhan rakyat," pungkas Anwar Abbas. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler