Seluruh Produk Pendidikan Juga Harus Pakai SNI

Kamis, 17 November 2016 – 12:56 WIB
Menristek Dikti Mohamad Nasir‎ . Foto; Agus Wahyudi/dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA--Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir‎ menegaskan, seluruh produk industri dan pendidikan harus memiliki sertikat standar nasional Indonesia (SNI).

Dengan standaridasi nasional akan menghadirkan lulusan sekolah/perguruan tinggi dan mutu produk terbaik.
 
‎"Standardisasi penting agar  lulusan dan mutu produk lebih terukur. Jadi tidak asal luluskan alumni dan menghasilkan produk barang serta jasa saja," tegas Nasir usai peringatan Bulan Mutu Nasional di Jakarta, kemarin.
 
Dia menambahkan, tidak hanya produk pangan yang wajib berstandar nasional. Semua produk, baik itu barang dan jasa, pangan dan non pang‎an, serta pendidikan harus distandardisasi.
 
"Lulusan SMK, perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta harus disertifikasi berstandar nasional. Nantinya secara perlahan-lahan, standar ini akan meningkat hingga ke level standar internasional. Ini penting dalam kompetisi MEA," terangnya.
 
Ditambahkan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, ada 300 produk yang sudah diinventarisir BSN dan akan distandardisasi.

BACA JUGA: Olesi Lem di Bibir Murid, Guru Dilarang Mengajar

Saat ini, kepedulian industri dan dunia pendidikan akan standardisasi nasional mulai meningkat.

Ini dilihat dari banyaknya pelaku industri dan pendidikan mendapatkan SNI Award.
 
“Tujuan dari kegiatan Bulan Mutu Nasional tahun ini untuk mendorong upaya memperkuat daya saing nasional yang diperlukan dalam menghadapi MEA dan pasar global,” tandasnya.
 
‎Di sisi lain, Mendikbud Muhadjir Effendy juga mengajak  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)  tidak hanya bertanggung jawab dalam penjaminan mutu pendidikan yang berstandar nasional saja, tetapi juga membantu dalam relevansi pendidikan.

BACA JUGA: Pemprov Buka Peluang Terima Hibah untuk Sekolah Gratis

LPMP dapat bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan di daerah dalam menjawab permasalahan pendidikan seperti peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.

Selain itu juga membantu daerah dalam menjawab permasalahan kesenjangan pendidikan baik secara struktural dan parsial. (esy/jpnn)
 

BACA JUGA: Kabar tak Enak Bagi Guru Madrasah

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru Ancam Gelar Aksi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler