Senior Golkar Dorong Munaslub untuk Dongkel Setnov

Jumat, 24 November 2017 – 01:53 WIB
Tokoh-tokoh senior Golkar seperti Akbar Tandjung, Sarwono Kusumaatmadja, dan Hajriyanto Y Tohari dalam seminar HUT ke-80 Jusuf Wanandi di kantor CSIS, Jakarta, Kamis (23/11). Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar makin menggelinding dengan kencang.

Usulan dari beberapa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar untuk menggelar munaslub guna mendongkel Setya Novanto dari jabatan ketua umum mendapat dukungan luas.

BACA JUGA: Lapor ke MKD, HMPI Berharap Setya Novanto Dipecat

Salah satunya dari para politikus senior partai berlambang beringin hitam tersebut.

Beberapa tokoh kawakan itu adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung, mantan Sekjen Sarwono Kusumaatmadja, dan Hajriyanto Y Tohari.

BACA JUGA: Demi Wibawa DPR, Setya Novanto Harus Lengser

“Sebaiknya lakukan saja sesegera mungkin persiapan untuk penyusunan atau pemilihan kepemimimpinan yang baru. Paling tidak tetap pada tahun ini,” kata Akbar saat menjadi pembicara dalam seminar HUT ke-80 Jusuf Wanandi di kantor CSIS, Jakarta, Kamis (23/11).

Dia mengaku sudah dihubungi beberapa DPD yang mendorong digelarnya munaslub.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: RJ Lino Dibiarkan Bebas, Novanto Dikejar-kejar

“Saya bilang, ya, kalian, dong. Kalian, kan, yang punya basis secara organisasi untuk menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Dia juga menyarankan DPD yang berkeinginan menggelar munaslub segera mengundang rekan-rekannya.

Para DPD itu, sambung Akbar, harus bisa meyakinkan bahwa munaslub adalah jalan terbaik bagi Golkar.

Secara khusus, dia menyoroti DPD di Jawa yang memiliki basis politik kuat.

Misalnya, DPD Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

“Kalau memang sudah sepakat, mereka yang ambil inisiatif undang teman-temannya dari DPD di luar Jawa untuk sama-sama mempunyai sikap yang sama sekaligus menyusun langkah untuk kegiatan munaslub,” jelas Akbar.

Sementara itu, Sarwono mengatakan, di Golkar ada komponen bernama Keluarga Besar Golongan Karya.

Namun, belakang ini, jaringan tersebut sudah tercerai-berai.

“Ini ada hubungannya antara korupsi di partai dan berantakannya jaringan itu,” kata Sarwono.

Sebagai tokoh senior, dirinya berharap Golkar mengalami revitalisasi.

Namun, menurut Sarwono, itu semua sangat bergantung pada generasi muda yang sekarang ada di Golkar.

Menurut dia, semua yang terjadi pada Golkar saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Bayangkan kalau sudah menamai organisasi dengan kendaraan. Jadi, orang bisa naik turun asal bayar. Yang diomongin siapa dan berapa,” ujarnya.

Di sisi lain, Hajriyanto menawarkan beberapa hal sebagai solusi untuk menyelamatkan Golkar.

Pertama, kata dia, Golkar memerlukan overhaul kepemimpinan.

“Turun mesin. Menampilkan Partai Golkar yang baru, lebih muda, dan lebih fresh,” katanya.

Kedua, imbuh Hajriyanto, Golkar harus kembali ke jati dirinya sebagai partai pembangunan.

Nah, saat ini dianggap momen paling tepat dengan cara mendorong kepemimpinan baru.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I Nusron Wahid mengatakan, munaslub harus segera digelar untuk menyelamatkan partai beringin hitam.

Artinya, pergantian kepemimpinan harus tetap ada terlepas dari ada atau tidaknya praperadilan.

“Memang kalau dia menang praperadilan kami masih mau dipimpin? Terus yakin bahwa pemimpinnya akan berhasil? Ya, kan, tidak ada itu,” kata Nusron.

Menurut Nusron, pergantian itu memiliki semangat cut off position terhadap korupsi.

“Kalau enggak, kami akan berada di bawah titik nadir,” tegas Nusron. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Munaslub Mendesak, DPP Golkar Harus Gelar Rapat Pleno Lagi


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler