Seorang Ustaz di Samarinda Meninggal Dunia Setelah Dianiaya, Pelakunya Tak Disangka

Kamis, 24 Februari 2022 – 05:55 WIB
Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda melakukan olah TKP saat pertama kali Ustaz Eko ditemukan tergeletak bersimbah darah. Foto: Dokumentasi Satreskrim Polresta Samarinda

jpnn.com, SAMARINDA - Seorang ustaz di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) pascamengalami penganiayaan.

Kejadian tersebut berawal ketika Ustaz Eko Hadi Prasetyo (43) ditemukan tergeletak bersimbah darah di samping gedung Pondok Pesantren Darul As'sadah, Samarinda, pada Rabu (23/2).

BACA JUGA: Pulang tak Bawa Uang Hasil Mengemis, Anak Dianiaya Ibu Kandung, Polisi Langsung Bergerak

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang guru mengaji dengan kondisi kritis tergeletak di samping gedung ponpes.

Ustaz Eko kemudian dilarikan ke RSUD AWS.

BACA JUGA: Ketum KNPI Haris Pertama Diduga Dianiaya OTK, Polisi Merespons Begini

Namun nahas, nyawa Ustaz Eko tak dapat diselamatkan akibat mengalami pendarahan hebat.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Ipda Bambang mengungkapkan pascakejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA: Terduga Penjambret Dianiaya Hingga Tewas, 8 Orang Diciduk Polisi

Hasilnya polisi menemukan petunjuk Ustaz Eko dianiaya oleh dua orang pelaku yang tak disangka adalah santrinya sendiri.

Kedua pelaku tersebut, yakni AA dan HR.

"Sekitar setengah jam kami lakukan penyelidikan, mengarah kedua pelaku ini. Keduanya langsung kami tahan," ungkap Ipda Bambang.

Dari keterangan yang dihimpun penyidik, kedua pelaku ini mengaku tega menganiaya korban karena sakit hati.

Handphone milik mereka disita korban saat jam pelajaran, sehari sebelum kejadian.

"Penganiayaan karena kedua pelaku ini sakit hati, korban menyita ponsel pelaku yang digunakan saat jam pelajaran," bebernya.

Pengeroyokan kemudian dilakukan kedua pelaku pada Rabu sekitar pukul 05.30 WITA seusai korban baru selesai menunaikan salat subuh.

Kedua pelaku yang mendatangi korban awalnya bertujuan hanya meminta kembali handphone yang disita.

Namun, korban saat itu tak ingin mengembalikan ponsel kedua santrinya itu, dengan alasan bahwa AA dan HR nantinya akan kembali mengulangi perbuatannya.

"Pelaku akhirnya kesal dan langsung mengeroyok korban menggunakan kayu balok," ungkap Ipda Bambang

Setelah mengeroyok korban hingga tak berdaya, kedua santri tersebut langsung melarikan diri.

"Jadi setelah kejadian itu, ada satu saksi yang melihat korban sudah terkapar dan langsung membawanya ke rumah sakit. Tepat pukul 07.30 WITA korban dikabarkan meninggal dunia," terangnya.

Kasus penganiayaan yang berujung kematian guru pesantren itu kini telah dilimpahkan penanganannya ke Satreskrim Polresta Samarinda.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena menyampaikan saat ini kedua pelaku beserta barang buktinya sudah diamankan di Mapolresta Samarinda.

"Ya, sekarang lagi di proses di polres untuk mendalami keterangan dari kedua pelaku dan mencari motif penganiayaan tersebut," kata Kompol Andika. (mcr14/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler