Seperti ini Cara BPDPKS Ajak Mahasiswa Lebih Dekat dengan Industri Sawit Nasional

Selasa, 16 Juni 2020 – 19:25 WIB
Ilustrasi petani kelapa sawit. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) satuan kerja pemerintah di bawah Ditjend Perbendaharaan, Kementerian Keuanga, memiliki salah satu tugas menyaluran dana untuk program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit dari aspek hulu hingga hilir.

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya pengembangan, penguatan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri kelapa sawit nasional, terutama di kalangan generasi muda.

BACA JUGA: Saatnya Generasi Milenial Dukung Industri Sawit Nasional

"Karena itu pada hari ini, Selasa (16/6) BPDPKS sengaja mengundang para mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mengikuti seminar gratis secara online yang akan memaparkan kampanye positif tentang kelapa sawit," ujar Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman.

Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga disampaikan mekanisme pengajuan proposal Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa Tahun 2020.

BACA JUGA: Ini Kunci Tingkatkan Daya Saing Industri Sawit Indonesia

Dalam lomba ini nantinya akan dipilih 30 proposal terbaik yang bakal mendapatkan dana riset masing-masing maksimal sebesar Rp20 juta. Melalui risetnya tersebut, 30 peserta terpilih ini bakal memperebutkan hadiah total Rp110 juta untuk ketiga pemenang.

RInciannya adalah Rp50 juta untuk Juara I, Rp35 juta untuk Juara II dan Rp25 juta untuk Juara III.

BACA JUGA: Kementan Bakal Kembangkan Regulasi Permudah Industri Sawit

Sebelumnya, lomba ini telah berhasil dilaksanakan pada 2016 dan 2018 dengan interval penyelenggaraan memang ditetapkan setiap dua tahun sekali.

Pada penyelenggaraan terakhir, mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret berhasil tampil sebagai Juara I.

Lalu kemudian mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Padjajaran masing-masing menjadi Juara II dan Juara III.

"Melalui kegiatan semacam ini, BPDPKS berharap industri sawit nasional bisa lebih dekat dan dikenali dengan baik oleh generasi muda Indonesia. Kedekatan dan pemahaman yang baik ini penting sebagai modal dasar pengembangan industri sawit nasional di masa depan," tandas Eddy.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler