Sepertinya Ini Cara Jokowi Bilang Sandiaga Lebay

Sabtu, 10 November 2018 – 09:51 WIB
Presiden Joko Widodo menarik perhatian warga di hari kedua kunjungan kerjanya di Tangerang, Banten, Minggu (4/11). Mengendarai sepeda motor custom Kawasaki W175, Jokowi blusukkan ke pasar tradisional Anyar. Ilustrasi : Biro Pers Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai, langkah calon presiden Joko Widodo turun ke pasar dan menyambangi pedagang tempe, mengisyaratkan pesan yang cukup kuat.

Capres nomor urut 01 itu kemungkinan ingin menyampaikan pesan ke masyarakat, bahwa harga tempe tak seperti yang disebutkan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Anak Buah Prabowo Minta Jokowi Sebut Nama Politisi Genderuwo

"Saya kira Jokowi ingin menegaskan kepada publik bahwa bahasa Sandi lebay, hiperbolis dan berlebihan. Karena tak semua pasar menjual tempe setipis kartu ATM dengan harga mahal," ujar Adi.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Paramater Politik Indonesia ini menilai, bukan berarti pernyataan Sandi soal tempe setipis kartu ATM tak benar. Bisa saja saat berbicara terkait hal tersebut, Sandi menemukannya di salah satu pasar yang dikunjungi. Tapi tidak di semua pasar.

BACA JUGA: RPP PPPK Sudah Diteken Presiden?

"Jadi, kunjungan Jokowi ke pasar dan menyambangi salah seorang pedagang tempe, pesannya sangat jelas. Jokowi tak mau isu ekonomi rakyat terus dikapitalisasi Sandi sebagai amunisi mendowngrade elektabilitas Jokowi," katanya.

Pengajar di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah ini juga memprediksi, kubu pasangan Jokowi-Amin mulai merasakan efek dari gaya kampanye Sandi yang belakangan banyak mengunjungi pasar.

BACA JUGA: Sonny Majid: Kiai Ma’ruf Amin Paling Mewakili Umat Islam

"Selama ini Sandi rajin blusukan dengan agresif menarasikan kesulitan isu ekonomi rakyat. Jokowi ingin membantah itu semua dengan blusukan yang sama," katanya.

Jokowi diketahui blusukan ke Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Minggu (4/11) kemarin. Hasilnya, ia menemukan harga sejumlah bahan pangan tergolong stabil. Misalnya, telur ayam Rp 22 ribu/kilogram, tempe Rp 5 ribu per batang.

"Saya lihat tempenya gede-gede banget. Kalau dipotong-potong, jadi 15 potong. Kalau saya, ya mungkin makan tiga saja sudah enggak muat," kata Jokowi.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tampang Boyolali Tak Berefek ke Pemilih di Daerah Lain


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler