Sering Kumat, Curhat, Lantas Melompat ke Sungai Kramat

Minggu, 13 November 2016 – 03:36 WIB
Ilustrasi: Radar Tegal

jpnn.com - BATANG - Warga di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (10/11) petang digegerkan dengan kabar tentang pria bernama Sodikin (36) yang bunuh diri.

Warga  Desa Wringin Gintung di Kecamatan Tulis itu nekad menceburkan diri ke Bendungan Kedungdowo, Sungai Kramat. Identitas Sodikin baru diketahui setelah warga menemukan barang-barang miliknya yang ditinggalkan di tepi bendungan.

BACA JUGA: Sori, Bos Warteg Masih Ogah Rumahnya Digusur untuk Jalan Tol

Saksi mata, Kabul mengungkapkan, dirinya melihat Sodikin meninggalkan barang-barangnya sebelum meloncat ke bendungan Singa Kramat. Sodikin bahkan sempat mencurahkan isi hatinya alias curhat ke Kabul.

“Dia curhat lagi ada banyak masalah. Mulai dari masalah keluarga sampai dengan terlilit utang,” ujar Kabul.

BACA JUGA: 500 Kilogram Daging Babi Diamankan Satpol PP di Dharmasraya

Dia menambahkan, saat itu hari sudah magrib dan mulai gelap. Karenanya Kabul meninggalkan Sodikin.

Tapi belum lama Kabul beranjak, tiba-tiba dia mendengat suara sesuatu tercebur ke sungai. “Orang yang tadi curhat dengan saya ternyata bunuh diri,” tuturnya.

BACA JUGA: Serem! Rumah Diteror Hantu, Cermin Keluarkan Darah, Pisau Terbang Sendiri

Selanjutnya, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi Sodikin bunuh diri. Aparat desa dan Polsek Batang yang mendengar kabar itu langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

Kapolsek Batang AKP Banbang Sugiyanto mengatakan, pihaknya langsung menghubungi keluarga Sodikin. Dari pengakuan pihak keluarga, Sodikin memang sering minggat dari rumah.

“Korban juga pernah masuk ke rumah sakit jiwa di Semarang tahun lalu. Korban bunuh diri belum begitu sembuh dari gangguan kejiwaannya karena masih sering kumat,” kata Bambang.

Mayat Sodikin juga tak langsung ditemukan. Hingga Jumat (11/11), mayatnya masih belum ketemu.

Wakapolres Batang Kompol Widodo Ponco Susanto yang mendatangi tempat kejadian perkara mengatakan, upaya pencarian sudah melibatkan pihak lain. Bahkan aparat gabungan sudah menyisir aliran sungai hingga sepanjang 1 kilometer.

“Sudah kita kerahkan personel gabungan. Aliran sungai yang keruh menjadi kendala. Semoga jasad korban segera ditemukan,” katanya.

Sedangkan Kepala Desa Pasekaran Amat Rohiti mengatakan, peristiwa bunuh diri si Sungai Kramat sudah sering terjadi. Berdasar pengalamannya, mayat orang yang bunuh diri di Sungai Kramat baru muncul setelah tiga hari.(ap6/kpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ular 6 Meter Berkeliaran di Permukiman Warga, Ini Wujudnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler