Serius Garap Potensi Kopi Arabika

Senin, 27 Desember 2010 – 09:12 WIB

MALANG- Pemkab Malang memberikan perhatian kepada petani Kopi Arabika di kawasan Amtirdam (Ampelgading, Tirtoyudo dan Dampit)Baru-baru ini, Pemkab melakukan tanam perdana Kopi Arabika di kawasan tersebut

BACA JUGA: Warga Kesulitan Beli Kaos Timnas

Bisnis kopi Arabika diyakini prospeknya sangat menjanjikan bila diimbangi dengan perhatian dari pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Malang, Purwanto mengatakan, pihaknya akan serius dalam memberikan perhatian kepada perkembangan kopi Arabika.

Langkah pertama dengan melakukan tanam perdana pohon kopi Arabika kawasan Amtirdam
Kata Pruwanto, ada lahan seluas 298 hektar tersebar di lima desa di Kecamatan Tirtoyudo dan Ampelgading yang menjadi sasaran penanaman

BACA JUGA: Dicky Chandra Nobar dengan Abang Becak

“Tak hanya di Malang selatan, kami akan mengembangkan kopi jenis ini di Kecamatan Lawang,” jelasnya.

Untuk tahap awal pengembangan Kopi Arabika di Lawang, Dinas Pertanian dan Perkebunan sudah melakukan survei lokasi penanaman ini
Kopi jenis itu, menurut Purwanto cocok untuk dikembangkan di kawasan berketinggian diatas 800 meter

BACA JUGA: TWA Ciwidey Diserbu Wisatawan

Di Lawang banyak daerah yang sesuai dengan kriteria itu, misalnya saja di Wonosari.“Kopi Arabica ini memiliki nilai ekonomi tinggiKita akan mengembangkan jenis yang bisa tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 800 meter diatas permukaan laut,” paparnya.

Di Kabupaten Malang sendiri, Kopi Arabika sudah dikembangkan sejak tahun 2009 dan terus diperluas penyebaran tanamnyaAdi Prayitno, salah seorang petani kopi mengatakan, permintaan Kopi Arabika di pasaran cukup tinggiHarganya pun lebih mahal satu setengah kali lipat dibanding Kopi Robusta“Satu kilogram bubuk kopi Arabika kemasan siap saji dihargai sampai dengan Rp 75 ribuSedangkan kopi OC (biji kering) dihargai Rp 21 ribu per kilogram,” jelasnya.

Menurutnya, minat pasar terhadap produk ini juga tinggiNamun petani kopi belum bisa memenuhi permintaan itu“Kita pernah membawa contoh produk ini kepada calon pembeliPembeli sudah tertarik dan meminta untuk segera dikirimkan satu produk kopiTapi,kita tidak bisa memenuhi permintaan itu,” jelasnya

Dari sisi kualitas, menurut Adi, kopi Tirtoyudo sudah memenuhi syarat untuk eksporHal itu dia ketahui setelah mengirimkan contoh produk ke Puslit Koka (Kopi dan Kakao)“Puslit menyatakan dari sisi rasa dan kualitas kopi Tirtoyudo sudah memenuhi syarat untuk ekspor,” tegas pria yang memiliki lahan kopi seluas 10 hektare itu
Iklim pasar yang semakin hangat dengan isu Go Organik juga menjadikan harga kopi semakin bersaingHemat Adi, bila petani bisa full organik, maka harga produk akan jauh lebih mahal

Sementara itu, Bupati Malang Rendra Kresna tampaknya juga memberikan dukungan kepada pengembangan sektor kopiMenurut Rendra, pihaknya sudah lama membidik perkembangan sektor kopi“Saya tidak punya angan-angan yang macam-macamSaya hanya ingin masyarakat Kabupaten Malang ini mencintai lagi dunia pertanian,” katanya

Cara untuk pengembangan Kopi Arabika, dengan adanya agenda rutin bertemu kelompok tani setiap tiga bulan sekaliMelalui pertemuan seperti itu, aspirasi masyarakat petani akan bisa diketahui sehingga APBD untuk pembangunan bidang pertanian bisa lebih terarah“Anggaran di pertanian meningkat tahun iniKita juga mencari tambahan dana dari provinsi dan pemerintah pusat untuk mendukung hal ini,” tuturnya(ary/udi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bupati Hambat Penahanan Kades


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler