Setahun Simpan Mortir, Untung tak Meledak

Jumat, 29 November 2013 – 09:26 WIB

jpnn.com - TARAKAN – Sisa amunisi yang diduga peninggalan perang masih sering ditemukan warga kota ini. Iwan (24), warga Jalan Gunung Amal Rt 14-Kelurahan Kampung Enam malah menemukan bom mortir berdaya hulu ledak tinggi, di kebun milik orangtuanya. Hanya saja, penemuan itu sudah lama terjadi, namun baru terungkap, Kamis (28/11).

Beruntung mortir yang diperkirakan memiliki daya ledak radius 200 hingga 500 meter itu tidak sampai “duarrrr” meledak, karena sempat disimpan Iwan selama kurang lebih setahun.

BACA JUGA: Polisi tak Akan Izinkan Aksi 1 Desember di Papua

Kapolres Tarakan AKBP Sarif Rahman didampingi Kapolsek Tarakan Timur AKP Muhammad Yusuf menjelaskan, pihaknya mendapat laporan warga yakni yang mengatakan, ada seorang warga menyimpan bom mortir di rumahnya.
 
"Setelah didatangi ternyata benar, mortir disimpan Iwan adalah bom, jadi langsung diamankan anggota ke Mapolsek Tarakan Timur,” jelasnya.

Usai diamankan di Polsek Tarakan Timur, dua jam kemudian tim Gegana Detasemen C Tarakan Brimob yang dikepalai Ipda Ngatno Karyanto tiba di Mapolsek untuk mengamankan bom yang diketahui merupakan peninggalan Perang Dunia II.

BACA JUGA: 500 Menu Ikan Pecahkan Rekor MURI

“Ini jenis bom yang dilemparkan dari pesawat, semua jenis bom militer meskipun sudah berusia puluhan dan ratusan tahun tetap masih berfungsi," ujar Brigpol Sugiyanto salah satu tim Gegana.

Saat diselidiki, di bagian dalam bom yang merupakan hulu ledak mortir sudah tidak menempel. Padahal menurut Sugiyanto lagi, hulu ledak ini sama berbahayanya dengan bagian lain dari mortir yang ditemukan tersebut.

BACA JUGA: Wakil Naik jadi Bupati, Tunggu Salinan SK Mendagri

“Bagian depannya sudah hilang dan sudah tidak utuh, jadi harus dicari bagian hulu ledaknya. Kalau ada gesekan atau benturan bisa langsung meledak, sama dengan mortir yang ditemukan ini karena hulu ledaknya tidak ada malah lebih berbahaya lagi, bisa langsung meledak begitu di bagian tengahnya kena percikan api,” lanjutnya.

Karena ada bagian yang hilang, tim akhirnya kembali ke lokasi penemuan bom dan mencari hulu ledak sekitar 500 meter dari jalan umum. Namun selama lebih sejam pencarian tidak juga ditemukan, lantaran posisi tanah sudah berubah sejak pertama kali digarap setahun lalu.

Dipastikan karena pencarian mortir menggunakan metal detektor tidak membuahkan hasil, jadi kemungkinan posisi hulu ledak sudah aman berada di dalam tanah dengan kedalaman tertentu.

Sebenarnya bom militer yang ditemukan tersebut bukan kewenangan tim Gegana untuk melakukan penjinakan, melainkan tim TNI AD. Sementara di Tarakan, belum ada tim penanganan bom dari TNI AD. Tim Gegana hanya melakukan penjinakan sampai proses evakuasi jika ada laporan bom rakitan.

“Tetapi ini respon dan permintaan dari masyarakat makanya kita tindaklanjuti. Jadi, dari temuan masyarakat ini tim Gegana juga sudah mencari hulu ledak dan dinyatakan clear. Selanjutnya bom akan kita bawa ke Bunker milik di Mako Brimob untuk diamankan sementara,” jelas Ipda Ngatno Karyanto menambahkan.

Dikonfirmsi terpisah, Iwan yang pertama kali menemukan bom mengaku sudah sekitar setahun menyimpan bom tersebut, dan tidak mengetahui bom masih aktif atau tidak.

“Saat mencangkul saya temukan besi tertutup lumpur, waktu dibersihkan ternyata bom. Saya kira tidak aktif makanya saat dibersihkan menggunakan parang sampai agak bersih, dan sempat ada percikan api,” kata Iwan seraya mengaku lupa kapan tepatnya bom mortir ditemukan. (ule/ica)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PNS Enggan Tes HIV


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler