Setelah MoU, Langsung Studi Kelayakan Pembangunan PLTS di KEK Morotai

Sabtu, 07 November 2020 – 14:07 WIB
PT Jababeka Morotai, Kyudenko Corporation, dan Santomo Resources Indonesia, meneken MoU pembangunan PLTS di KEK Morotai. Foto: Humas PT Jababeka Morotai

jpnn.com, JAKARTA - PT Jababeka Morotai, Kyudenko Corporation, dan Santomo Resources Indonesia sepakat melakukan kerja sama mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai.

Penandatanganan MoU oleh ketiga pihak tersebut menandai dimulainya kesepakatan kerja sama.

BACA JUGA: Jumlah Turis Asing Tinggi, Kapal Penumpang Pelni Diminta Singgah ke Pulau Morotai

Yaknbi Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahaja Purnama selaku pengelola KEK Morotai, Yoshiaki Tanaka selaku Head of EMS Business Kyudenko Corporation yang diwakili Eiichi Nagayama dari Kyudenko Corporation, dan President Director Santomo Resources Indonesia Tomoichi Yamaguchi di Jakarta, Kamis (5/11).

Langkah awal setelah penandatanganan MoU ini, para pihak sepakat bersama-sama akan memulai studi kelayakan untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

BACA JUGA: PLTS Atap Menghasilkan Listrik 4 GWh per Tahun

Studi kelayakan tersebut meliputi studi lingkungan, survei tanah, kajian teknis implementasi PLTS dan lain-lain.

"Tujuan pengembangan PLTS ini untuk membantu kebutuhan listrik di Pulau Morotai yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan bisnis di KEK Morotai," kata Basuri dalam keterangannya, Sabtu (7/11).

BACA JUGA: Ada yang Takut Habib Rizieq Bergabung Kelompok Oposisi, Siapa?

Basuri menjelakan, pertumbuhan bisnis ini baik untuk di Kawasan Industri dan Kawasan Pariwisata serta untuk meminimalkan biaya konsumsi listrik sehingga investor bisa lebih kompetitif dalam menjalankan usahanya.

Sementara itu, Nagayama dari Kyudenko Corporation berharap setelah hasil feasibility study (studi layak bisnis) dan kajian dilakukan, tahun 2021 bisa segera dilakukan ke tahap selanjutnya.

Yaitu memproses perizinan dan memulai konstruksi pembangunan dan pengembangan PLTS.

Masing-masing pihak, yaitu Jababeka Morotai (yang merupakan salah satu anak usaha Jababeka Group), Kyudenko Corporation dan Santomo Resources Indonesia sangat optimistis kerja sama ini akan menguntungkan semua pihak terutama mempercepat pembangunan di KEK Morotai.

Apalagi dengan akan dibangunnya proyek perumahan dan resort dengan tema kastil serta international theme park.

Di samping mendukung pertumbuhan kawasan industri sebagai pusat maritim dan logistik di Indonesia Timur.

Selain itu sedang dijajaki juga untuk bekerja sama di bidang pengolahan perikanan tangkap dan budi daya industri perkapalan serta agrobisnis.

PT Jababeka Morotai adalah Badan Usaha yang ditunjuk oleh Presiden untuk mengembangkan dan mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI No. 50 Tahun 2014.

Kyudenko adalah salah satu perusahaan Jepang yang bergerak dalam bidang desain dan konstruksi fasilitas kelistrikan, fasilitas HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) dan Plumbing, Fasilitas Sanitasi, Pencegahan Kebakaran, Fasilitas Distribusi Tenaga Listrik dan fasilitas tenaga listrik bawah tanah, Fasilitas Informasi & Telekomunikasi, serta fasilitas energi terbarukan.

PT Santomo Resources Indonesia memiliki visi untuk menciptakan nilai dari produk-produk Indonesia.

Kemudian dieksplor ke luar negeri dan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk produksi dengan transfer teknologi dari Jepang untuk berkontribusi dalam pertumbuhan yang berkelanjutan di Indonesia.

Perusahaan ini bergerak di bidang enegri terbarukan dan infrastruktur. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler