Setelah Rangkaian Pilpres 2019 Usai, Demokrat tak Jamin Setia

Senin, 06 Mei 2019 – 21:01 WIB
Presiden Joko Widodo saat menerima Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (2/5). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut ucapan Andi Arief soal setan gundul tidak ada kaitan dengan keberlangsungan koalisi.

Menurut Ferdinand, Andi hanya mengingatkan bahwa Prabowo Subianto telah menerima data keliru soal pemenang Pilpres 2019.

BACA JUGA: Prabowo Kalah Telak di Kota Tempat Ahok Mencoblos

Ferdinand menegaskan, ucapan Andi Arief bukan upaya partai berwarna kebesaran biru itu, untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Terkait dengan setan gundul itu hanya julukan kepada pihak yang menyesatkan informasi kepada Pak Prabowo. Jadi, yang setan memang suka menyesatkan," kata Ferdinand ditemui di kantor KPU, Jakarta, Senin (6/5).

BACA JUGA: Master C19 Portal KMA Centre Jadi Lembaga Think Thank KMA

BACA JUGA: Prabowo Kalah Telak di Kota Tempat Ahok Mencoblos

Menurut Ferdinand, Demokrat berkomitmen di koalisi partai Prabowo - Sandiaga. Status itu tidak akan berganti hingga rangkaian Pilpres 2019 berakhir.

BACA JUGA: Ternyata Andi Arief Bandingkan dengan Kemenangan SBY di Pilpres 2009

"Jadi, Partai Demokrat setelah itu, berdaulat. Nanti menentukan sikap politiknya apakah berada di luar pemerintahan atau berada di dalam pemerintahan," ucap dia.

Menurut dia, sikap politik Demokrat akan diatur ulang setelah rangkaian Pilpres 2019 berakhir. Termasuk, kata dia, Demokrat membuka diri untuk bergabung ke koalisi partai pendukung Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA: Ternyata Andi Arief Bandingkan dengan Kemenangan SBY di Pilpres 2009

"Kalau Jokowi mengajak, kami pertimbangkan dan dibahas oleh majelis tinggi yang dipimpin Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kalau tidak mengajak enggak mungkin juga kami masuk dalam pemerintahan. Jadi, sikap Demokrat ditentukan setelah ada penetapan resmi dari KPU," pungkas dia. (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demokrat Bantah Pernah Memasok Data Pemenang Pilpres 2019 ke Prabowo


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler