Sewindu Vakum, Merpati Putih Kembali Gelar Kejurnas

Sabtu, 10 Februari 2018 – 17:07 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan (nomor 3 dari kanan) saat pembukaan Kejurnas IV Merpati Putih di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) TNI AD di Bogor, Sabtu (10/2). Foto: Trimujoko Bayuaji/Jawa Pos

jpnn.com, BOGOR - Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih kembali bangkit. Setelah delapan tahun vakum dari upaya pembinaan, PPS Betako Merpati Putih kembali menggelar kejuaraan nasional (kejurnas) demi mendapatkan bibit-bibit atlet pencak silat potensial yang bisa berkontribusi untuk negara.

Kejurnas VI Merpati Putih itu merupakan yang pertama setelah delapan tahun tidak menggelar event untuk para pesilat mereka. Ketua Umum PPS Betako Merpati Putih Amos Priono Tri Nugroho mengatakan, perguruan bela dirinya selama sewindu mengalami stagnasi.

BACA JUGA: Sambut Pileg 2019, PAN Jabar Sudah Siapkan Calon Terbaik

Puncaknya saat Guru Besar Merpati Putih Poerwoto Hadi Purnomo meninggal pada Mei 2014 lalu. "Kondisi Merpati Putih terpuruk, bahkan hampir mengalami perpecahan," kata Amos dalam pembukaan Kejurnas VI Merpati Putih di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) TNI AD, Kota Bogor, Sabtu (10/2).

Amos menjelaskan, pelaksanaan Kejurnas VI Merpati Putih merupakan upaya dan kerja keras dari para pengurus Merpati Putih. Amos mengaku salut dengan komitmen para panitia, termasuk salah satunya Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari sebagai salah satu senior di Merpati Putih.

BACA JUGA: PAN Siap Gelar Konvensi Capres

"Bagi kami acara kejurnas ini momentum, bukti eksistensi perguruan. Kalau tidak (terealisasi), kami akan jalan di tempat," ujar Amos.

Di tempat sama, Kharis mengatakan bahwa Kejurnas IV Merpati Putih demi upaya pembibitan. Merpati Putih ingin kembali mencari atlet terbaik dari perguruan mereka, untuk disumbangkan kepada negara. 

BACA JUGA: Ketua MPR: Muhammadiyah Sudah Lulus 4 Pilar

"Dulu mungkin berkabung karena guru besar kami meninggal, saat ini saatnya untuk kembali mencari yang terbaik lewat seleksi alamiah," kata legislator Partai Keadilan Sejahtera itu.

Menurut Kharis, Merpati Putih pada masa lalu memiliki sejumlah atlet nasional yang berprestasi. Bahkan, ada yang bisa mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara dunia.

Selain itu itu, ajang Kejurnas IV Merpati Putih juga dimanfaatkan Merpati Putih untuk membantu korban bencana di Cijeruk. "Kami juga ingin menunjukkan tidak hanya sekedar bisa mematahkan benda keras, tapi juga membantu sesama," ujarnya.

Senior Merpati Putih yang juga perwira di Pusdikzi TNI Kolonel CZI Sapto Widhi Nugroho merasa terhormat karena dipercaya menyediakan tempat untuk kejurnas itu. Apalagi, kejurnas saat ini merupakan simbol kebangkitan kembali Merpati Putih di skala nasional.

"Ini kehormatan dan kebanggaan kami membangkitkan kembali budaya bangsa. Harapan kami muncul lagi bibit level nasional maupun internasional," ujarnya.

Kejurnas VI PPS Betako Merpati Putih dibuka oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. Kejurnas itu diikuti 561 pesilat dari Sabang sampai Merauke.

Tidak hanya itu, peserta mancanegara dari Korea Selatan dan Jepang juga ikut berpartisipasi. Kejurnas itu juga diramaikan pencatatan rekor MURI untuk pematahan batang dragon terbanyak.(bay/JPK)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Zulhasan: Trenggalek Terpencil tapi Berpotensi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler