Si Anak Sempat Teriak, 'Jangan Om, Jangan Bunuh Ibu'

Sabtu, 17 Oktober 2015 – 06:21 WIB
Ilustrasi pembunuhan. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Heri, 39, tersangka pelaku pembunuhan ibu, Dayu Priambarita, 45, dan anaknya, Yoel Immanuel, 5, bisa dibilang pembunuh berdarah dingin.

Pelaku menghujamkan pisau berkali-kali ke tubuh Dayu di depan Yoel Immanuel, di rumahnya kompleks Aneka Elok, Cakung, Jakarta Timur. Si anak itu sempat berteriak memohon agar ibunya tidak dibunuh. Namun yang terjadi, justru Yoel ikut dihabisi.

BACA JUGA: Benget Sang Penjagal Meninggal di Rutan Cipinang

Heri mengatakan hal tersebut saat diinterogasi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.

"Ketika sedang menusuki korban (Ibu) tiba-tiba si anak (Yoel) yang melihat ibunya ditusuki langsung teriak 'jangan om, jangan'," kata Krishna menirukan cerita pelaku saat diinterogasi, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

BACA JUGA: Antasari Siap Hadapi Persidangan

Namun sayang, saat mendengarkan teriakan si anak itu, Heri makin kalap. Ia langsung menghampiri dan menghujamkan beberapa kali tusukan ke tubuh Yoel Immanuel hingga bersimbah darah, tewas.

"Anak ini tewas ditusuki dengan luka menganga di leher," jelas Krishna.
    
Dijelaskan, dua hari sebelum kejadian, pelaku sudah merencanakan pencurian di kediaman korban. Didahului obervasi untuk mencari rumah yang kosong tanpa penghuni. Pada Selasa (6/10), tersangka menentukan rumah sasaran, yakni rumah Dayu Priambarita.

BACA JUGA: Si Martil Maut Pernah Membunuh di Sel

Esoknya, pada hari Rabu, (7/10), sekira jam 10.00 WIB, tersangka kembali lagi ke rumah korban. Dia merasa yakin bahwa rumah korban dapat dijadikan sasaran pencurian. Selanjutnya, Kamis, (8/10) sekitar jam 12.30 WIB, tersangka yang rumahnya tak jauh dari sasaran, melintas di depan rumah korban dan terlihat sepi.

"Tersangka membuka pagar dan pintu rumah yang kebetulan tidak terkunci. Di dalam rumah tersangka mencari barang beharga. Namun tak mendapatkan apa-apa sehingga melanjutkan pencarian ke dalam dapur," jelas Krishna.

Saat di dapur, tersangka melihat pisau sayur. Demi berjaga-jaga pelaku menyimpan pisau tersebut di sela-sela celananya. Selanjutnya tersangka menuju kamar dimana ibu dan anak berada. "Pada saat itu, pelaku tak tahu jika rumah itu ada pemilik rumah," beber Krishna

Namun, pada saat Heri menuju kamar utama, si ibu ternyata keluar dari kamar sehingga keduanya bertatap muka dan si ibu berteriak 'maling-maling!'.

Pada saat yang sama sang ibu sempat menutup pintu, tapi sayang sang pencuri memburu dan mendobrak pintu tersebut.

"Karena panik tersangka mengejar korban dan langsung menusuki korban berkali-kali sampai ibu dan anaknya tewas di tempat," jelas Krishna.  Si Anak melihat kejadian dan ikut dibunuh secara sadis. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wartawan Monster Bunuh Diri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler