Si Jagal Bosnia Dihukum Menghabiskan Sisa Hidup di Penjara

Rabu, 22 November 2017 – 22:19 WIB
Si Jagal Bosnia Ratko Mladic di persidangan Mahkamah Internasional. Foto: Reuters

jpnn.com, DEN HAAG - Keluarga korban pembantian di Srebrenica dan Sarajevo akhirnya mendapat keadilan. Tribunal Kejahatan Internasional untuk eks Yugoslavia, Rabu (22/11), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada bekas panglima pasukan Serbia Bosnia, Ratko Mladic.

Jenderal 74 tahun itu dianggap berkontribusi signifikan dalam genosida terhadap 8 ribu muslim Bosnia di Srebrenica. Hakim menyebut Mladic dan pasukannya secara sengaja berusaha menghancurkan kehidupan mereka.

BACA JUGA: Pembantai Muslim Bosnia, Ratko Mladic Divonis Hari Ini

Dia juga dinyatakan bersalah memerintahkan dan mengawasi langsung kampanye teror selama 46 bulan di Sarajevo yang menelan lebih dari 10 ribu korban jiwa.

"Kejahatannya termasuk yang terkeji dalam sejarah umat manusia," ujar hakim Alphons Orie membacakan putusan.

BACA JUGA: Tok Tok Tok...Myanmar Bersalah atas Genosida Rohingya

Mladic awalnya terlihat santai mendengarkan hakim membaca putusan. Namun, mantan tangan kanan Radovan Karadzic itu kemudian dikeluarkan dari ruang sidang karena membentak-bentak hakim setelah permohonannya untuk rehat ditolak.

Pengacara Mladic mengatakan bahwa kliennya itu membutuhkan istirahat karena tekanan darah meningkat. Namun, hakim terus saja membaca putusan.

BACA JUGA: Anak Buah Bu Mega Harapkan Masalah Rohingya Tak Diimpor ke Indonesia

Sayangnya, majelis menyatakan Mladic tak terbukti berniat melakukan genosida di enam daerah lainnya. Putusan tersebut membuat belasan keluarga korban yang menunggu di luar pengadilan sedikit kecewa.

"Kami sedih dan kecewa karena Mladic tidak dinyatakan bertanggungjawab atas genosida di Prijedor dan lima daerah lainnya," ujar Sejida Karabasic, warga Prijedor.

"Tiga ribu korban di Prijedor tak cukup untuk membuktikan pembunuhan masal di sana. Apakah harus jatuh 10 ribu korban lagi?" lanjutnya.

Dijuluki "Penjagal Bosnia", Mladic didakwa melakukan 11 tindakan kriminal. Termasuk di antaranya genosida, kejahatan perang, dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pasukannya selama Perang Bosnia (1992-1995).

Meski begitu, sampai sekarang masih banyak etnis Serbia menganggapnya sebagai pahlawan nasional yang berjuang mempertahankan negara pascapecahnya Yugoslavia.

Ini disebabkan media di Serbia kompak tidak memberitakan hal-hal jelek tentang Mladic. Bahkan sampai sekarang banyak warga Serbia yang tidak tahu tentang pembantaian di Srebrenica dan Sarajevo.

"Karena itu, banyak warga yang heran melihat Mladic disidang di Belanda. Mereka tidak mengerti apa kesalahannya," ujar reporter Al Jazeera di Beograd, Marko Subotic. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ikon Demokrasi Itu Sebut Tak Ada Genosida Rohingya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler