Siap Jika Dikalahkan Istri

Senin, 01 Mei 2017 – 10:16 WIB
Pilkades serentak. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Sebanyak 57 desa di Kabupaten Malang, Jatim, menggelar Pilkades serentak, kemarin (30/4). Dari jumlah itu, ada delapan desa yang calon kadesnya merupakan pasangan suami-istri.

Mayoritas, sang istri ikut mencalonkan diri karena sang suami tidak mempunyai pesaing. Nah, ada sejumlah hal menarik dari fenomena tersebut.

BACA JUGA: Bendot Kabur, Sembunyi, Menyusuri Sungai, Akhirnya...Dor!

Hingga tadi malam (30/4), mayoritas desa yang menggelar hajatan demokrasi masih melakukan penghitungan suara. Demikian juga di delapan desa yang calon kadesnya adalah pasangan suami-istri.

Yaitu di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon; Jambuwer, Kecamatan Kromengan; Tawangrejeni, Kecamatan Turen; Gedog Wetan, Kecamatan Turen; Sumbersekar, Kecamatan Dau; Gading, Kecamatan Dau; Banjarejo, Kecamatan Ngantang; dan Arjosari, Kecamatan Kalipare.

BACA JUGA: Adam Alis, Gaji Besar tapi tak Punya Mobil, Tinggal di Kos

Di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, yang menjadi calonnya adalah pasangan suami-istri Hasan Asyari, 46, dan Riati, 34. Hasan yang merupakan petahana mendapatkan nomor urut satu, sedangkan Riati mendapatkan nomor urut dua.

Majunya pasutri ini karena tidak ada calon lain yang maju. Sesuai aturan, pilkades tidak boleh hanya diikuti satu orang calon.

BACA JUGA: Diajak Nur Iblis, Sembunyi di Hutan Didatangi Makhluk Halus

Riati mengaku mendaftarkan diri sebagai calon kades untuk memperlancar proses pilkades. Sebab, bila calon tunggal bisa saja pilkades menjadi tertunda dan tidak efisien.

”Saya sudah mengajak masyarakat untuk mencalonkan diri. Tetapi sampai batas akhir, ternyata tidak ada yang mendaftar. Saya saja mendaftar satu menit sebelum ditutup,” katanya sambil tertawa kepada Jawa Pos Radar Malang, Minggu lalu (16/4).

Ibu dua anak itu mengaku program yang bakal dia terapkan bila terpilih nanti kurang lebih akan sama dengan suaminya. Sebab, alumnus SMPN 2 Kota Batu ini mengaku sudah satu pikiran dengan Hasan.

”Siapa saja yang terpilih nantinya, ya sama saja Mas. Karena sebenarnya kami itu seperti dua orang yang menjadi satu,” terang perempuan kelahiran 23 Juli 1982 tersebut.

Sedangkan Hasan mengaku kembali mencalonkan lagi sebagai kades untuk meneruskan program-program miliknya yang memang belum terselesaikan. Kendati begitu, dia mengizinkan istrinya untuk mendaftar menjadi calon kades.

”Kami sudah berkomitmen dari awal bahwa kami ini sama, siapa pun yang terpilih menjadi kades. Karena bila ada bapak (Hasan), tapi tidak ada ibu juga tidak sempurna. Jadi, saya pun legawa jika istri menjadi kades,” ujar kades yang membawahi 30 RT dan 6 RW tersebut.

Untuk diketahui, Sumbersekar merupakan salah satu dari sepuluh desa yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki 4 dusun, yakni Semanding, Krajan, Banjartengah, dan Precet. Mata pencaharian warga sekitar adalah bertani, beternak, berkebun, dan perikanan.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka mereka (warga) banyak yang bergeser menjadi tukang, berdagang, membuat industri rumah tangga maupun kerajinan-kerajinan seperti anyaman tas, kerajinan keramik, dan beberapa produk industri rumah tangga lainnya.

Berkat kepemimpinan Hasan, desa yang berpenduduk sekitar 6.578 orang ini mampu meraih sebuah prestasi yang cukup membanggakan, yaitu dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional 2014.

Hasan mengungkapkan telah menyerahkan segala pilihan kepada warganya. Sebab, setiap pesta demokrasi ditentukan oleh masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat pula.

”Bila terpilih nantinya, saya akan meneruskan program untuk membangun kampung wisata kuliner di wilayah ini. Tentunya, saya juga akan melaksanakan amanah sesuai kemampuan saya,” pungkas alumnus SMAN 1 Kota Batu ini. (viq/c2/riq)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pamit ke Istri Mau Pulang Kampung, Oh...Ternyata


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pilkades   Malang   Istri  

Terpopuler