Siapa Pelaku Teror Keji di Gereja Prancis? Simak Penjelasan Jaksa Antiteror Ini

Jumat, 30 Oktober 2020 – 15:24 WIB
Polisi memadati Gereja Notre Dame di Nice, Prancis, setelah seorang pria berpisau membunuh dua orang dan melukai sejumlah lainnya, Kamis (29/10). Foto: Reuters

jpnn.com, NICE - Aparat penegak hukum Prancis mulai membeberkan data pelaku aksi teror keji di Gereja Notre Dame, Nice. Pelaku ternyata adalah pemuda yang baru masuk Eropa pada pertengahan September lalu.

Kepala jaksa anti-teroris Jean-Francois Ricard mengatakan tersangka dalam serangan di Nice adalah seorang pria Tunisia kelahiran 1999.

BACA JUGA: Kecam Macron soal Kartun Nabi, Kemenlu Panggil Dubes Prancis untuk RI

Dia tiba di Eropa pada 20 September melalui Lampedusa, pulau Italia di lepas Tunisia yang merupakan titik pendaratan utama bagi para imigran dari Afrika.

Sumber keamanan Tunisia dan sumber polisi Prancis menyebut tersangka sebagai Brahim Aouissaoui.

BACA JUGA: Pernyataan Sikap Pemerintah RI soal Teror Keji di Nice Prancis

Ricard mengatakan pada konferensi pers di Nice bahwa pria itu memasuki kota dengan kereta api pada Kamis (29/10) pagi dan langsung bergerak menuju gereja.

Di tempat itu dia menikam dan membunuh petugas gereja berusia 55 tahun serta memenggal kepala seorang perempuan berusia 60 tahun.

BACA JUGA: 7 Fakta Serangan Berdarah di Gereja Prancis, Horor!

Dia juga menikam seorang wanita berusia 44 tahun yang sempat melarikan diri ke kafe terdekat dan membunyikan alarm, sebelum akhirnya meninggal.

Richard melanjutkan, Polisi kemudian datang dan menembak pelaku. Saat ini, tersangka berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.

"Pada penyerang kami menemukan sebuah Al Quran dan dua telepon, pisau kejahatan 30cm dengan ujung tajam 17cm. Kami juga menemukan tas yang ditinggalkan oleh penyerang. Di samping tas ini ada dua pisau yang tidak digunakan dalam penyerangan," ujar Ricard.

Juru bicara pengadilan khusus kontra-militansi Tunisia Mohsen Dali mengatakan kepada Reuters bahwa Aouissaoui tidak terdaftar oleh polisi di sana sebagai tersangka militan.

Dia mengatakan Aouissaoui meninggalkan negara itu pada 14 September dengan perahu, menambahkan bahwa Tunisia telah memulai penyelidikan forensiknya sendiri atas kasus tersebut. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler