Siapa Kandidat Capres yang Paling Banyak Dibicarakan Warganet? Silakan Cek di Sini

Kamis, 30 Juni 2022 – 19:58 WIB
CEO NoLimit, Aqsath Rasyid Naradhipa. Foto: Hok NoLimit

jpnn.com, JAKARTA - NoLimit Indonesia meluncurkan artikel indepth tentang analisis perbincangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di media sosial pada periode 15 Mei sampai 13 Juni 2022.

Meskipun pemilihan presiden masih dua tahun lagi, antusias masyarakat sudah mulai terlihat dalam percakapan di berbagai media sosial.

BACA JUGA: Puan: PDIP tak Terganggu Nama Bacapres 2024 yang Diumumkan NasDem 

CEO NoLimit Aqsath Rasyid Naradhipa mengatakan berbagai opini publik beredar, mulai dari penilaian warganet terhadap bakal calon presiden hingga isu fenomena golongan putih (golput).

"Bagaimana perkembangan pemilihan presiden cukup penting untuk kita ketahui karena akan melibatkan kita sebagai pemilih pada tahun 2024 mendatang. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang big data khususnya dalam monitoring dan analisis di media sosial, NoLimit mencoba untuk merekap bagaimana perbincangan terkait Pilpres 2024 tersebut.

BACA JUGA: AKBP Abdul Gafur Dicopot dari Jabatan Kapolres, Ternyata Ini Penyebabnya, Oalah

"Banyak insight menarik yang didapatkan dalam report analisis ini sehingga kita tetap bisa up-to-date dengan isu terkini di dunia digital,” kata Aqsath dalam acara bertajuk NoLimit Indsight yang digelar melalui Zoom, Kamis (30/6).

Analisis berbentuk laporan yang dibuat oleh NoLimit menggunakan data dari berbagai platform media sosial yaitu Instagram, Twitter, Facebook, dan Youtube ditarik dan diolah menggunakan NoLimit Dashboard.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Hasil Tes Urine Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SMP di Langkat, Ternyata

Data didapatkan melalui pencarian beberapa objek di media sosial, yakni melalui seluruh akun media sosial yang masuk radar sebagai bakal calon presiden, kata kunci bakal calon presiden, kata kunci 'Pilpres', dan kata kunci 'Pemilihan Presiden'.

Dari data yang dikumpulkan, topik terkait Pilpres didominasi oleh perbincangan mengenai musibah yang dialami oleh putra Ridwan Kamil yang hilang di Sungai Aare dengan jumlah 402.740 percakapan.

Topik lainnya yang ramai diperbincangkan ialah soal Formula E yang dikaitkan dengan tiga bakal calon presiden, yaitu Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir.

"Sebanyak 28.309 perbincangan terkait apresiasi kepada Anies Baswedan yang dinilai berhasil menyelenggarakan ajang Formula E, 23.552 perbincangan dan diskusi tentang keterlibatan Sandiaga Uno terhadap Formula E, dan 17.729 perbincangan terkait Erick Thohir tentang keterlibatan BUMN yang dipertanyakan terhadap Formula E,” ujar Aqsath.

Secara keseluruhan, perbincangan Ridwan Kamil di media sosial mencapai 32 persen, diikuti Anies Baswedan 22 persen.

Kemudian, Erick Thohir 18 persen, Ganjar Pranowo 9 persen, Puan Maharani 8 persen, Sandiaga Uno 5 persen, Prabowo Subianto 4 persen, serta Agus Harimurti Yudhoyono dan Airlangga Hartarto yang angkanya di bawah 2 persen.

“Dari sisi tone percakapan, semua Bacapres memiliki sentimen positif yang lebih besar dibandingkan sentimen negatifnya. Ridwan Kamil mendapatkan sentimen positif terbanyak pada periode kali ini. Sementara percakapan terkait Anies Baswedan didominasi oleh tone netral,” tutur Aqsath. 

Selain itu, lanjut dia, warganet juga menyoroti kriteria presiden ideal.

Pada analisis perbincangan media sosial kali ini, NoLimit mengidentifikasi kriteria pemimpin yang disukai oleh warganet di Indonesia.

Kriteria pertama yang mendominasi ialah sifat pemimpin yang peduli dengan presentase sebanyak 48 persen, diikuti dengan pembahasan tentang sifat bertanggung jawab dengan presentase 29 persen.

Di posisi ketiga, terdapat pembahasan tentang sifat pemimpin yang humoris dengan presentase 9 persen, serta sifat sabar dan tegas yang masing-masing 7 persen. 

“Adapun Bacapres yang dinilai warganet punya sifat bertanggung jawab ialah Ridwan Kamil. Yang punya sifat peduli ialah Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Anies Baswedan. Yang punya sifat Humoris ialah Ridwan Kamil, dan Erick Thohir. Yang punya sifat tegas ialah Erick Thohir dan Anies Baswedan. Yang punya sifat sabar ialah Ridwan Kamil dan Airlangga Hartarto,” jelas Aqsath.

Dia menjelaskan topik lain yang juga banyak dibicarakan ialah fenomena golput.

Sejumlah alasan warganet akan memilih golput ialah politik sering dikaitkan dengan agama. Alasan ini dipakai oleh 65 persen warganet.

Kemudian, 19 persen warganet yang akan golput menilai tidak ada pilihan calon yang menarik perhatian.

BACA JUGA: Uang Bintara Polri Hilang Dicuri, Pelaku Ternyata

Adapun sisanya, yaitu 13 persen warganet akan golput apabila calon yang didukungnya tidak naik pada gelaran Pilpres 2024.(mcr9/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler