Siapkan Jurus Seimbangkan Neraca Perdagangan dengan Tiongkok

Jumat, 03 April 2015 – 17:52 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah menyusun strategi dan langkah-langkah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok. Sebab, dalam beberapa tahun ini, defisit perdagangan RI-Tiongkok selalu naik.

Bahkan, tahun lalu, defisit perdagangan dengan Tiongkok melonjak 80 persen dari USD 7,2 miliar (2013) menjadi USD 13 miliar. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, langkah cepat ini dilakukan untuk menindaklanjuti kesepakatan kedua negara yang dicapai pada saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Tiongkok pekan lalu.

BACA JUGA: Usulkan Deposit Maskapai, Kemenhub Anggap AP II Aneh

"Kami akan memfokuskan perhatian pada produk-produk ekspor Indonesia yang bisa ditingkatkan ke Tiongkok untuk mengurangi defisit," kata Rachmat pada Jawa Pos (JPNN Group) kemarin (2/4).

Dia mengakui, neraca perdagangan antara RI-Tiongkok masih menunjukkan defisit bagi Indonesia. Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mengurangi defisit perdagangan tersebut.

BACA JUGA: Kemenhub Puas Hasil Perbaikan SOP Delay Lion Air

"Seperti melakukan pengurangan tarif dan penghapusan hambatan nontarif bagi produk unggulan Indonesia serta memfasilitasi penggunaan mata uang lokal," tambah Rachmat.

Dia menambahkan, Presiden Xi Jinping juga setuju melakukan sejumlah langkah untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan dengan Indonesia. "Pemerintah Tiongkok akan membuka akses pasar Indonesia yang lebih luas dan membantu mempromosikan produk Indonesia di pasar Tiongkok," ungkapnya.

BACA JUGA: Gaet Turis Asing, Ini Strategi Menteri Arief

Neraca perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok mengalami defisit selama periode 2010-2014 dengan tren pertumbuhan negatif sebesar 32,57 persen. Pada 2014 lalu nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 48,2 miliar dengan defisit neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar USD 13 miliar.

Sementara itu dilihat dari sisi investasi, pada 2014 lalu tercatat realisasi investasi Tiongkok di Indonesia mencapai 654 proyek dengan nilai investasi mencapai USD 800 juta. Realisasi tersebut meningkat signifikan dari realisasi investasi pada 2013 yang berjumlah 411 proyek dengan nilai total sebesar USD 296,9 juta. (wir/agm/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Elpiji 12 Kg Juga Bakal Mirip Yoyo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler