Sidang IPU di Nusa Dua Bali, Prokes Ketat Diterapkan, Puan Maharani: Semua Diperiksa

Jumat, 11 Maret 2022 – 22:31 WIB
Ketua DPR Puan Maharani menegaskan prokes ketat akan diterapkan selama pelaksanaan Sidang IPU di Nusa Dua Bali pada 20-24 Maret 2022. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan protokol kesehatan (prokes) ketat akan diterapkan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di Sidang Umum Forum Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) yang akan digelar di Nusa Dua Bali pada 20-24 Maret.

"Kita harus tetap disiplin pakai prokes. Semua diperiksa," tegas Puan Maharani melalui keterangan yang diterima Jumat (11/3).

BACA JUGA: BKASP Undang Parlemen Aljazair Hadir di Sidang Umum IPU di Nusa Dua, Bali

Dia menyebutkan DPR akan menerapkan sistem bubble atau sistem gelembung untuk seluruh delegasi dan panitia selama kegiatan berlangsung.

Sistem bubble merupakan sistem koridor perjalanan yang bertujuan membatasi interaksi hanya dengan individu dalam gelembung tersebut.

BACA JUGA: Sidang IPU di Nusa Dua Bali, Momentum Indonesia Tunjukkan Mampu Atasi Pandemi ke Dunia

Puan memastikan sistem itu harus dilakukan dengan pengawasan ketat.

Dia meminta panitia pelaksana untuk tidak membiarkan siapa pun masuk ke lokasi acara tanpa identitas resmi dari panitia.

BACA JUGA: Gelar IPU ke 144 di Bali, DPR RI Bawa Semangat Penghijauan

"Hospitality saat ini bukan lagi berarti layanan makanan berlimpah, tapi hospitality yang memprioritaskan profesionalitas. Kita harus profesional," ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan IPU ke-144, DPR berkoordinasi dengan berbagai kementerian atau lembaga.

"Saya juga minta koordinasi lebih ketat dengan BNPB dan Satgas Covid-19 terkait pencegahan Covid-19. Khususnya mengenai fasilitas karantina bila ada delegasi yang datang dan dari hasil tes PCR ternyata positif," kata Puan.

Puan juga menekankan pentingnya fasilitas pendukung bagi seluruh peserta yang hadir termasuk awak media.

"Koneksi internet harus kita pastikan tidak terkendala dan fasilitas pendukung lain harus mampu menunjang dan memudahkan semua pihak," pintanya.

Di rapat koordinasi di Bali pada Senin (21/2), Puan menyampaikan arahan teknis secara terperinci mulai dari pengaturan transportasi, protokol kesehatan, penyediaan ruangan, fasilitas pendukung hingga pengaturan keamanan.

Forum parlemen dunia ini akan dihadiri lebih dari 1.200 delegasi terdiri ataspara ketua parlemen, anggota parlemen dan pejabat sekretariat parlemen negara anggota IPU.

Selain itu akan hadir pula pimpinan organisasi internasional, para ahli dan praktisi sebagai narasumber sesi, media dan pemangku kepentingan lainnya.

"Menjadi tuan rumah IPU ke-144, DPR RI mengambil bagian dalam kepemimpinan global dalam penyelesaian isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Masalah global harus diselesaikan bersama, dan penyelesaiannya memerlukan kepemimpinan global," paparnya.

IPU ke-144 mengambil tema "Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change".

Isu perubahan iklim diambil sebagai tema besar yang akan dibahas karena menyangkut kelangsungan hidup dan keselamatan dunia. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler