Sidang Paripurna Dihadiri Jokowi dan 98 Anggota DPR Secara Fisik, 231 Lainnya Virtual

Jumat, 14 Agustus 2020 – 16:25 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD. Foto: Instagram Jokowi_2019

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani membuka Sidang Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Sidang I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Rapat Paripurna DPR ini dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

BACA JUGA: Sindiran Presiden Jokowi untuk Pihak Sok Paling Agamais dan Pancasilais

Berdasar catatan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, kata Puan, telah hadir dan menandatangani secara fisik 98 dan virtual 231 anggota DPR dari semua fraksi.

"Total 329 anggota dari seluruh unsur fraksi di DPR," kata Puan Maharani.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Setelah Simbol Salib, Kini Bertebaran Spanduk Habib Rizieq, Anies Baswedan Harus Tahu

Sidang pun dinyatakan telah memenuhi kuorum atau jumlah minimum anggota yang harus hadir dalam rapat. Puan pun membuka persidangan dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Puan menyampaikan pidato pembukaan masa sidang. Ia menyatakan belum diketahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Karena itu, pemulihan global, termasuk di Indonesia pada 2021 dihadapkan pada tantangan yang berat.

BACA JUGA: Mengecewakan, Persoalan Korupsi Terlewatkan di Pidato Presiden Jokowi

Puan menyatakan pemerintah memproyeksikan perekonomian nasional 2021 tumbuh di kisaran 4,5 sampai 5 persen.

Menurutnya, pulihnya perekonomian itu akan dapat terwujud apabila pemulihan ekonomi dan sosial yang diselenggarakan pemerintah tahun ini berjalan baik, konsisten, tepat sasaran dan manfaat.

Ia menambahkan penyusunan APBN 2021 dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, berdampak pada ketidakpastian ekonomi global dan nasional. Karena itu, Puan meminta pemerintah agar dapat menghitung cermat berbagai kemungkinan dalam mengantisipasi ketidakpastian di masa mendatang. "Serta sediakan ruang fiskal antisipatif sehingga APBN 2021 berjalan efektif," ungkap Puan.

Menurut Puan, sebagai instrumen sangat penting dan strategis bagi penyelenggaraan negara dan menyejahterahkan rakyat, APBN 2021 harus diarahkan untuk penguatan bidang kesehatan, pemulihan ekonomi, sosial, transformasi strategis, serta penguatan reformasi. (boy/jpnn) 

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler