Sikap Honorer K2 Terbelah terkait Silatnas, Bau Politik Makin Tajam

Rabu, 27 Maret 2019 – 14:19 WIB
Massa honorer K2 menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Selasa (30/10). Foto: Ricardo/ JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rencana silaturahmi nasional (Silatnas) honorer K2 kembali menjadi polemik. Banyak honorer K2 yang meragukan agenda tersebut akan melahirkan payung hukum pengangkatan mereka menjadi PNS.

Namun, tidak sedikit pula yang optimistis akan ada kebijakan khusus dari capres petahana Joko Widodo terkait tuntutan honorer K2 diangkat menjadi PNS.

BACA JUGA: Honorer K2 Pendukung Prabowo: Memangnya Dikasih SK PNS saat Silatnas?

"Kalau saya sih yakin akan ada titik terangnya makanya saya fokus pada pelaksanaan agenda Silatnas keluarga besar honorer Indonesia (KBHI) dengan Presiden Jokowi," kata Ketua Pelaksana Silatnas KBHI Iman Supriatna kepada JPNN, Rabu (27/3).

Karena optimistis itu pula membuat Iman dan sejumlah forum bertekad mendukung Jokowi dua periode. Mereka yakin, Jokowi akan mengangkat seluruh honorer K2 menjadi PNS.

BACA JUGA: Berita Terbaru terkait Rencana Silatnas Honorer K2

BACA JUGA: Honorer K2 Pendukung Prabowo : Memangnya Dikasih SK PNS saat Silatnas?

Wisnu, honorer K2 Jawa Barat mengaku, ingin mengikuti agenda Silatnas yang rencananya digelar di Bandung pada April mendatang. Namun, dia tidak mengerahkan anggotanya datang.

BACA JUGA: 6 Guru Honorer Banten Terancam Kehilangan Status sebagai K2

"Jadi ini murni keinginan pribadi. Saya mah mau nonton silatnas informasinya seperti apa. Namun, saya enggak dukung Jokowi mah. Saya dan kawan-kawan tetap dukung Prabowo-Sandi, coblos 02," tuturnya.

Munir Qu, koordinator Honorer K2 Jawa Timur berpendapat Silatnas hanya jadi ajang memproduksi hoaks. Honorer K2 diiming-imingi dengan janji SK PNS. Namun yang terjadi SK PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

"Apa enggak kapok ya, tahun 2014 sudah dijanjikan diangkat PNS tapi nyatanya enggak. Apa itu enggak hoaks tuh. Sekarang mau janji lagi, hoaks lagi. Bosan ah," ketusnya.

Koordinator Daerah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Pamekasan Madura Maskur malah terang-terangan menolak agenda Silatnas. Dia bersikeras untuk melawan rezim ini dengan cara memenangkan Prabowo-Sandi.

"Insyaallah 17 April honorer K2 akan kalahkan Jokowi. Ini sebagai pembalasan kami karena telah tenggelamkan K2," ucapnya.

BACA JUGA: Berita Terbaru terkait Rencana Silatnas Honorer K2

Dia menyadari tidak boleh takabur. Namun, rasa sakit hatinya kepada pemerintah sudah di ubun-ubun. Semua daya upaya telah dilakukan tapi pemerintah tidak peduli.

"Kami sadar sifat takabur ciri orang yang sombong. Kami ikhtiar saja, semoga Allah rida perjuangan honorer K2. Kami hanya dukung Prabowo-Sandi karena mereka yang fokus pada nasib kami. Bahkan saat debat, nasib kami juga diangkat. Sementara kubu 01 enggak secuil pun bahas K2," tandas Maskur. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sahir Kembali Diperiksa Polisi Terkait Kasus Pengangkatan Honorer K2


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler