Simak Kata Ipang Wahid soal Storynomics Tourism, Pendekatan Baru Pariwisata Indonesia

Kamis, 01 Agustus 2019 – 09:58 WIB
Koordinator Quick Win 5 Destinasi Super-Prioritas Pariwisata Irfan Wahid (kanan) bersama Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewato: Istimewa

jpnn.com, TOBASA - Formula baru storynomics tourism bakal diterapkan untuk mengakselerasi percepatan pembangunan wisata di lima kawasan destinasi super-prioritas.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke sejumlah destinasi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, 29-31 Juli lalu. Toba adalah salah satu dari lima kawasan destinasi super-prioritas, selain Borobudur, Manado, Mandalika dan Labuan Bajo.

BACA JUGA: Pengoperasian Kapal Ihan Batak Memudahkan Masyarakat ke Pulau Samosir

Irfan Wahid, yang mendatap tugas dari Jokowi untuk memimpin tim Quick Win 5 Destinasi Super-Prioritas Pariwisata, memperkenalkan skema storynomics tourism tersebut.

“Kami memperkenalkan formula storynomics tourism. Sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif dan living culture serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi,” kata Ipang, sapaan akrab Irfan Wahid.

BACA JUGA: Misbakhun Dorong BUMN Salurkan Program Sosial Perusahaan ke Perdesaan

Ipang mencontohkan, kisah-kisah dari kawasan Danau Toba sejatinya begitu banyak, tetapi tak pernah digarap dengan benar-benar optimal. ”Kita memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang begitu banyak, tetapi masih sangat minim informasi maupun konten yang menceritakan tentang hal-hal tersebut. Seperti contohnya yang kita alami selama berada di Toba,” katanya.

BACA JUGA: Program Quick Win jadi Akselerator Pengembangan Destinasi Prioritas Toba

BACA JUGA: Yakinlah, Prabowo Bertemu Jokowi dan Megawati Bukan untuk Bicara Kursi Menteri

Selain itu, kata Ipang, storynomics tourism juga akan memanfaatkan fakta sejarah bahwa Toba merupakan hasil dari letusan gunung berapi dahsyat nomor ketiga di dunia yang menyusutkan populasi dunia sampai 60 persen pada saat itu.

“Selain itu, storynomics tourism juga perlu mengangkat budaya Batak yang begitu luar biasa yang selama ini kurang terbangun narasinya dengan baik,” kata Ipang yang berpengalaman puluhan tahun di industri branding.

Ipang mengatakan, pariwisata tak bisa lepas dari awareness dan experience. Output-nya adalah testimoni, baik positif maupun negatif. “Awareness berkaitan dengan marketing, sedangkan experience berkaitan dengan faktor aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A) yang melekat ke setiap destinasi-destinasi wisata. Kedua hal tersebut harus menjadi satu kesatuan yang padu,” katanya.

Saat ini, kata Ipang, pihaknya telah berhasil memetakan sekitar 28 titik destinasi wisata di kawasan Toba yang akan dibagi ke dalam empat klaster. Ke depannya, empat klaster tersebut akan dibantu untuk mempersiapkan kebutuhan 3A-nya.


Presiden Jokowi dan Koordinator Quick Win 5 Destinasi Super-Prioritas Pariwisata. Foto: Istimewa

“Targetnya, semua akan dipersiapkan selama enam bulan ke depan dan siap untuk dipasarkan dalam musim liburan akhir tahun,” pungkas Ipang. (*/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelakar Pak Jokowi soal Sapi Kementan Senang Diternakkan di Desa Parsingguran


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler