Single Utamakan Akses, Berkeluarga Fasilitas

Minggu, 07 September 2014 – 11:00 WIB
Foto: Dite Surendra/Jawa Pos

jpnn.com - TINGGAL di apartemen bukan lagi barang aneh dan mahal. Selain lebih terjangkau daripada rumah, apartemen memungkinkan untuk dijadikan sarana investasi.

Njo Anastasia SE MT, pengajar mata kuliah penilaian aset di Universitas Kristen Petra, mengatakan, pada 2005 ada subsidi pemerintah sehingga apartemen begitu terjangkau. Saat itu mulai bermunculan apartemen dengan harga jual kurang dari Rp 100 juta.

BACA JUGA: Punya Properti sejak Muda, Why Not?

Dengan syarat warga Surabaya dan belum pernah mempunyai rumah. ’’Saat ini tidak semuanya murah. Hanya 30 persen yang bersubsidi. Yang lainnya harga normal,’’ ujarnya.

Perempuan anggota Masyarakat Profesi Penilai Indonesia itu melanjutkan, makin ke sini, makin banyak apartemen yang bermunculan. Bukan hanya laki-laki yang berinvestasi apartemen, perempuan juga ikut berperan.

BACA JUGA: Stunning dengan Ombre Lips

’’Dari penelitian yang saya buat pada 2013, ada 23 persen perempuan yang kini melirik apartemen untuk investasi, sisanya laki-laki,’’ ungkapnya.

Investasi di sini berarti ditinggali atau sengaja disewakan. Menurut Anastasia, investor apartemen umumnya berusia 31–35 tahun dari kalangan profesional dan wiraswasta.

BACA JUGA: Kenalkan Uang pada Kehidupan Sehari-hari Anak

’’Kebanyakan orang memilih apartemen karena harganya yang murah dan aksesnya yang mudah dijangkau,’’ papar perempuan berkacamata itu. Kalaupun single, biasanya pribadi yang mandiri. Contoh, perempuan yang bekerja.

Dosen program studi manajemen keuangan itu menambahkan, jenis apartemen yang lagi tren adalah model studio yang cocok untuk single atau keluarga muda.

’’Untuk keluarga besar, biasanya masih memilih rumah sebagai hunian. Apalagi, masih ada anggota yang berpikiran konservatif,’’ tuturnya. Berbeda lagi kalau orang tuanya pernah tinggal di luar negeri. Mereka pasti betah.

Investornya pun beragam. Menurut Anastasia, pribadi yang single dan fokus bekerja biasanya memilih apartemen di tengah kota ataupun yang berada di dekat tempat kerja. Berbeda dengan kalangan yang sudah berkeluarga. Mereka memperhatikan fasilitas yang tersedia di lokasi properti. Misalnya, sekolah, tempat belanja, pasar, dan tempat wisata.

Dian Aprilliana Dewi, promotion manager Tunjungan Plaza dan Pakuwon Residential, menyatakan hal senada. Dia mengatakan, Apartemen Educity yang terletak di Surabaya Timur banyak diminati mahasiswa dan pelajar. Alasannya, lokasi apartemen dekat dengan sekolah.

Ada juga pemilik dari kalangan pribadi yang mapan. ’’Kebanyakan mereka memilih apartemen karena praktis dan lebih murah ketimbang ngekos,’’ ujar perempuan berambut panjang tersebut. (nor/cik/c4/c17/nda)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pijat Laktasi Deraskan ASI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler