Sisa Forrmasi PPPK 2021 Tanpa Pelamar untuk Umum, Bagaimana dengan Guru Lulus PG?

Jumat, 05 Agustus 2022 – 22:19 WIB
Formasi PPPK 2021 masih tersisa ratusan ribu formasi yang tanpa pelamar, apakah hanya untuk umum? Bagaimana dengan guru lulus PG?. Foto: Ilustrasi/ANTARA FOTO/ Nova Wahyudi

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat sebanyak 212.392 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021 tidak ada pelamarnya.

Dari jumlah tersebut sebanyak 117.939 formasi yang belum pernah dilamar.

BACA JUGA: Mau Tahu Besaran Gaji & Tunjangan PPPK di DKI? Jangan Kaget, Jauh dari Ekspektasi

Nah, formasi tanpa pelamar itu rencananya diperebutkan oleh pelamar umum dalam seleksi PPPK 2022.

Pelamar umum ini sesuai PermenPAN-RB Nomor 20 Tahun 2022 adalah guru honorer masa pengabdian di bawah 3 tahun, guru swasta, dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

BACA JUGA: Pemkab Bogor Ajukan Penambahan Formasi PPPK 2022, Paling Banyak untuk Guru

Dalam tes nanti, lulusan PPG atau yang punya sertifikat pendidik mendapatkan tambahan nilai kompetensi teknis sebesar 100 persen.

Guru disabilitas afirmasi kompetensi teknisnya 10 persen.

BACA JUGA: Ingat ya, Belum Ada Kebijakan Pemerintah soal Pelaksanaan PPPK 2022, kecuali...

Kondisi tersebut membuat guru honorer negeri lulus passing grade waswas.

Mereka khawatir yang lulus PG tidak semua terakomodasi.

"Formasi tanpa pelamar itu dialihkan untuk guru lulus PG saja. Saya yakin banyak guru yang memilihnya ketimbang masuk keranjang menunggu antrean," kata Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih kepada JPNN.com, Jumat (5/8).

Dia menyebutkan, secara angka 193.954 guru lulus PG bisa terangkut semuanya tahun ini.

Namun, secara kuota formasi ada ratusan Pemda belum aman karena yang lulus PG lebih banyak.

Dia mencontohkan, guru bahasa Inggris yang kuotanya tidak sebanyak lulusan PG. Sementara, formasi lainnya kuotanya masih tersedia.

Dikhawatirkan guru honorer, formasi tersebut kemudian diisi oleh guru prioritas 2 dan 3 yang tidak dites, tetapi hanya observasi.

"Ini bahaya, bisa-bisa guru lulus PG malah masuk keranjang, sedangkan yang tidak lulus dan belum ikut tes mengisi formasinya karena ijazahnya linier," kata Heti.

Sebagai solusinya, Heti mengusulkan pemerintah untuk penempatan guru lulus PG tidak melihat ijazahnya linier dan tanpa melihat formasi.

Contohnya, jika formasi yang kuotanya banyak adalah guru kelas, maka guru mata pelajaran (mapel) bisa mengisinya. Jangan sampai mereka masuk keranjang, menunggu antrean.

Jika kuotanya habis, Heti mengusulkan para guru lulus PG ini diberikan pilihan, misalnya apakah mau ditempatkan di daerah 3T.

Jika bersedia, maka 117 ribuan formasi tanpa pelamar itu difokuskan kepada guru lulus PG.

Dengan cara itu, Heti optimistis makin sedikit gyru lulus PG yang masuk keranjang.

"Jujur saja ya, saat ini banyak guru lulus PG penuh kekhawatiran apakah posisinya aman atau tidak. Jadi, tolong pemerintah fokuskan pada penuntasan guru lulus PG dulu karena kami sudah teruji kompetensinya," pungkas Heti Kustrianingsih. (esy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler