Sistem Kesehatan Selandia Baru Dibobol, Data Warga Bocor ke Media

Rabu, 26 Mei 2021 – 16:32 WIB
Peretas situs. Foto: Vouxmagazine

jpnn.com, WELLINGTON - Peretas yang menargetkan rumah sakit di distrik Waikato, Selandia Baru, membocorkan informasi rahasia pasien ke outlet media. Sebuah masalah baru di saat sistem kesehatan negara tersebut sedang berjuang untuk kembali aktif, lebih dari sepekan pascaserangan siber.

Sebuah kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan siber Dewan Kesehatan Distrik (DHB) Waikato membocorkan sejumlah catatan dan dokumen resmi yang berisi nama, nomor telepon, serta alamat pasien dan staf, lapor Radio New Zealand dan media lokal lainnya.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Penawaran Data di Forum Online

Outlet media memutuskan untuk tidak melansir rincian tersebut dan mengalihkan email itu kepada pihak kepolisian.

Gangguan sistem kesehatan di Waikato masih berlanjut, mengacaukan perawatan pasien dan proses pembayaan gaji anggota staf. Pihak rumah sakit kini beralih ke proses manual untuk membantu tumpukan pasien seraya meminta masyarakat agar mencari alternatif untuk pengobatan non-kritis.

BACA JUGA: Cegah Kebocoran Data Pribadi, Kominfo: Perlu Kolaborasi Pemerintah dan Publik

Otoritas tidak akan bersuara tentang apakah para peretas itu mengajukan tuntutan.

"Kami sadar bahwa pelaku kejahatan dapat melihat apa yang dikatakan di media, dan bahwa ini dapat memengaruhi perbuatan mereka. Atas dasar itulah, kami tidak dapat mengomentari hal ini lebih lanjut," kata CEO DHB Waikato, Kevin Snee melalui pernyataan.

BACA JUGA: Soal Kebocoran Data BPJS Kesehatan, Bu Netty: Ini Bukan Perkara Main-main

Pemerintah menolak menyerahkan uang tebusan kepada para peretas.

DHB Waikato merawat lebih dari 425.000 orang.

Aksi peretasan terjadi setelah operator layanan kesehatan Irlandia dihantam serangan ransomware, yang menjadi ulah penjahat siber dunia.

Namun belum diketahui pasti apakah serangan di Selandia Baru didalangi oleh kelompok yang sama.

Biro Investigasi Federal (FBI) pekan ini mengungkapkan bahwa penjahat siber yang menyerang sistem kesehatan Irlandia menggunakan software berbahaya bernama "Conti", yang sudah menargetkan sedikitnya 16 jaringan tanggap darurat dan medis AS dalam setahun terakhir.

Pasar saham Selandia Baru mengalami serangan siber tahun lalu dan sistem data bank sentral juga diretas dalam serangan terhadap layanan berbagi file Accellion yang berbasis di California. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler