Siswa dan Guru Harus Naik Perahu

Selasa, 14 Maret 2017 – 08:49 WIB
Siswa saat melintasi banjir di Sekolah Dasar Negeri 83/IV Kelurahan Sinjenjang Kota Jambi. FOTO: M RIDWAN/JAMBI EKSPRES/JPNN.com

jpnn.com, JAMBI - Banjir yang melanda Kota Jambi tak hanya menggenangi permukiman warga.

Fasilitas umum seperti sekolah juga tergenang air. Imbasnya, sejumlah siswa SD harus mengungsi untuk bisa menggelar proses belajar mengajar.

BACA JUGA: Pras Tak Mau Lagi Ada Kulit Kabel Sumbat Saluran Air

Menurut keterangan Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Jambi, Arman, sekolah-sekolah itu berada di Kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin.

Beberapa sekolah yang sudah terendam di antaranya adalah SDN 87, SDN 68, SDN 143 dan SDN 101.

BACA JUGA: Mengharukan, Bu Mensos Memeluk Warga Korban Bencana

‘‘Di SDN 68 ini sudah ada dua ruang kelas yang terendam dan masuk air. Sehingga kegiatan belajar terpaksa di pindah ke kelas lain, tapi proses belajarnya tetap berlangsung,’‘ ujarnya.

Arman menambahkan, untuk SDN 143 itu sekolahnya tidak terendam, namun akses menuju ke sekolah tidak bisa.

BACA JUGA: Bang Sandi Ajak Warga DKI Meniru Kiprah Ratu Sampah

‘‘Jadi anak-anak dan guru mau ke sekolah pakai perahu,’‘ tambahnya.

Pihaknya sudah melakukan peninjauan di beberapa lokasi, seperti di Kecamatan Pelayangan, Jambi Timur dan Pasar Kota Jambi.

‘‘Kalau di Sebrang rata-rata sudah tergenang banjir semua, tapi belum mengganggu kegiatan belajar mengajar,’‘ katanya.

Menurut Arman, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Pihaknya juga terus memantau kondisi banjir saat ini. Jika air sudah mulai naik dan membahayakan para siswa, maka sekolah akan diliburkan.

‘‘Kami ingatkan kepala sekolah agar anak-anak dijaga sehingga tidak ada jatuh korban,’‘ tambahnya.

Dia menyebutkan total ada 14 sekolah di Sebrang Kota Jambi yang tergenang air. Sementara di Kelurahan Legok ada 5 sekolah dan Jambi Timur 4 sekolah.

‘‘Sampai saat ini belum kami liburkan. Semua tergantung pada kondisi air. Kalau membahayakan kita liburkan,’‘ Imbuhnya.

Jika air terus mengalami kenaikan dan membuat sekolah terendam, kata Arman, pihaknya akan mengambil upaya agar para siswa di alihkan ke sekolah terdekat.

‘‘Jika sekolahnya tidak bisa dipakai, akan kita pindahkan ke sekolah terdekat, karena tidak lama lagi akan UN. Jangan sampai belajar mengajar siswa terganggu,’‘ pungkasnya.

Di bagian lain, banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Jambi hingga saat ini belum surut. Tingginya intensitas hujan, membuat banjir semakin meluas.

Sementara itu, hingga saat ini bantuan berupa logistik telah disalurkan.

Penyaluran logistik dilakukan beberapa waktu lalu, berupa beras dan sembako lainya. Dan kebutuhan telah mencukupi, namun saat ini stok di gudang BPBD kosong.

‘‘Stok kita provinsi saat ini kosong. Dan saat ini sedang diadakan lagi oleh Dinsos,’‘ katanya.

Korban terdampak banjir saat ini telah mencapai angka 50.714 jiwa yang tersebar di delapan kabupaten/kota.

Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar, mengatakan, logistik bantuan terhadap bencana banjir telah disalurkan. Untuk saat ini, di gudang penyimpanan Dinas Sosial persedian bantuan telah menipis.

Menurutnya, kini pihaknya tengah mengajukan bantuan dari pusat. Untuk persedian beras dan jagung tinggal sedikit, begitu juga dengan logistic lainya seperti terpal.

“Saat ini memang menipis, dan kita tengah mengajukan agar dapat didrop kembali dari pusat,’‘ katanya.

Lanjutnya, hingga saat ini yang mengajukan untuk pencairan terhadap bencana baru Kabupaten Batang Hari, sementara dua kabupaten lainnya yakni Bungo dan Tebo belum mengajukan.

Terkait dengan menipisnya persediaan logistic pemerintah daerah dalam hal ini bupati bisa mengeluarkan beras sebanyak 100 ton.

Jika bantuan tersebut dirasa kurang pemerintah kabupaten dapat mengajukan ke gubernur. Dalam hal ini pemerintah provinsi dapat mengelurkan bantuan sebanyak 200 ton.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi AR Syahbandar mengatakan, seharusnya pihak eksekutif melakukan pengecekan dengan cermat terkait logistik. Karena yang akan menerimanya orang terdampak bencana.

Lanjut Syahbandar, seharusnya ketika mengetahui pesedianya di gudang tidak lagi mencukupi. Petugas segera melaporkan unutk penambahan kembali.

‘’Jangan kalau sudah habis, baru melapor. Ini kepentingan msyarakat lo,’‘ kata Syahbandar.

Terpisah Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jambi Nurahngesti mengatakan, hingga Mei mendatang diperkirakan musim penghujan masih terjadi di Jambi.

“Maret ini, masih ada potensi hujan dan angin kecang di Jambi,” katanya, seperti diberitakan Jambi Ekspres (Jawa Pos Group).

Angin kecang dan hujan lebat itu, sebutnya, masih berpotensi mengakibatkan banjir.

“Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat karena hujan dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu,’’ pungkasnya. (hfz/nur)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banjir Landa Jakarta, Begini Respons Plt Gubernur DKI


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
banjir   Kota Jambi  

Terpopuler