Siswa dan Guru Jatim Beri Rp 1,5 M untuk Sekolah di Lombok

Selasa, 11 September 2018 – 14:54 WIB
Bangunan roboh akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto: Kemenaker

jpnn.com, LOMBOK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim telah menyalurkan bantuan Rp 1,5 miliar ke SMAN 1 Tanjung kemarin (9/9). Bantuan tersebut digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas rusak pascagempa.

Wartawan Jawa Pos sempat mengikuti penyerahan bantuan itu. Belasan gedung SMAN 1 Tanjung rusak cukup parah.

BACA JUGA: Rehabilitasi Bangunan Sekolah di Lombok Harus Prioritas

Beberapa atap dan tembok kelas roboh. Kaca jendelanya pecah. Lantai keramiknya retak. Semua itu akibat getaran gempa yang beberapa kali mengguncang Kabupaten Lombok Utara.

Di luar kelas, beberapa tenda tampak terpasang. Sebuah papan terpasang di setiap tenda. Ada yang memakai kursi kelas. Ada pula yang lesehan.

BACA JUGA: Bantuan Ajinomoto untuk Ratusan Korban Gempa Lombok

"Seminggu ini kami sudah memulai kegiatan belajar-mengajar (KBM)," terang Wakasek Bidang Kurikulum SMAN 1 Tanjung Mohamad Iqbal.

Tenda yang terbatas membuat sekolah menerapkan sistem dua sif. Ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang.

BACA JUGA: Presiden Hibur Anak-Anak Terdampak Gempa Lombok

Untuk mengatasi ketakutan siswa, sebelum KBM dimulai, sekolah memberikan materi trauma healing.

Iqbal mengatakan, saat ini jumlah siswa yang sudah kembali bersekolah cukup banyak. Di antara total 776 siswa, sekitar 600 siswa sudah mulai aktif mengikuti KBM lagi.

Sekretaris Dispendik Jatim Ramliyanto menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari keluarga besar pendidik Jatim.

Mulai siswa SMA dan SMK se-Jatim, guru, wali murid, hingga dispendik berbagai kota dan kabupaten.

"Dana ini dikumpulkan selama satu bulan," ujarnya.

Selain uang tunai, bantuan berupa pakaian, obat-obatan, dan selimut juga diberikan kepada korban gempa. Total ada tiga truk.

Saat ini masih ada bantuan dari siswa yang belum didistribusikan. Rencananya, Dispendik Jatim menganggarkan bantuan tersebut untuk pemulihan psikologis siswa.

Melalui program trauma healing yang bekerja sama dengan Universitas Mataram.

Kepala Dispendik Jatim Saiful Rachman menyatakan, bantuan itu merupakan spontanitas dari sekolah yang dikumpulkan melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA dan SMK se-Jatim.

Bantuan tersebut juga digalang untuk melatih kepedulian siswa. Terutama kepada saudara yang sedang mengalami musibah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang kemarin memimpin apel gerakan kembali ke sekolah di kantor gubernur NTB mengimbau pemerintah daerah turut membantu korban gempa di lombok. Terutama di sektor pendidikan.

"Langkah Pemprov Jatim ini salah satu yang bisa ditiru," tuturnya. (elo/c9/end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... TNI dan Polri Membersihkan Reruntuhan Rumah Terdampak Gempa


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler