Siswa SD Jual Sabu-Sabu, Siapa Bandarnya?

Selasa, 11 September 2018 – 21:24 WIB
Sabu-sabu. Foto: JPG

jpnn.com, MAKASSAR - Baru-baru ini polisi di Makassar, Sulsel mengamankan seorang siswa SD berinisial RE yang menjual sabu-sabu (SS).

Bocah 12 tahun itu diserahkan orang tuanya ke Polsek Tallo, Makassar, Jumat (7/9). Sebelumnya, dia masuk daftar pencarian orang.

BACA JUGA: Suami Istri Tepergok Bawa Sabu-Sabu depan Polsek

Itu menyusul tertangkapnya seorang pelajar SMP bernisial AL beberapa waktu lalu. Pelajar 14 tahun tersebut diamankan setelah tertangkap membuang satu poket SS.

Kepada polisi, AL mengaku mendapatkan barang haram itu dari RE. Dia diminta menjualkannya.

BACA JUGA: Marinir Memang Top Markotop, Kasih Tepuk Tangan!

RE disebutnya masih duduk di kelas V. Polisi pun mencari RE. Akhirnya, Jumat lalu dia diserahkan orang tuanya.

Saat ini RE berada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar.

BACA JUGA: Tak Ada Kerjaan, Coba-coba Jualan Sabu-Sabu

''Proses hukumnya tetap berjalan,'' kata Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT kepada Fajar (Jawa Pos Group).

Polisi telah meminta keterangannya. Setelah pemeriksaan tersebut, RE langsung dititipkan ke P2TP2A.

Sayang, tak banyak informasi yang didapatkan polisi. Korps Bhayangkara pun kebingungan melacak jaringan pengedar yang memanfaatkan tangan RE dan AL.

''Identitasnya tidak ada. Terputus. Awalnya kami mengira dia disuruh seseorang untuk menjual. Namun, pengakuannya didapatkan dekat posyandu,'' jelas Amrin.

Polisi hanya mendapatkan keterangan bahwa RE mendapatkan kiriman paket narkoba yang diletakkan dekat posyandu.

Siapa bandar dan pengirimnya tidak diketahui. Oleh RE, sabu-sabu tersebut diberikan kepada AL.

''Hasil penjualannya akan dibagi dua,'' terang Amrin.

Hanya itu keterangan yang didapatkan polisi. Karena itu, polisi bingung harus melangkah ke mana untuk mengungkap jaringan di atas RE.

''Ini jaringan terputus,'' ujar Amrin.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Makassar Tenri A. Palallo berharap jaringan yang menggunakan anak sebagai kurir bisa diusut tuntas. Dia yakin anak-anak tersebut tak tahu apa-apa.

Saat ini penggunaan anak sebagai kurir memang cukup banyak terjadi. Karena itu, kepolisian harus membongkarnya.

Dengan begitu, tidak ada lagi anak-anak yang diperalat untuk urusan peredaran narkoba.

Lalu, bagaimana penanganan RE dan AL saat ini? ''Keduanya sementara di tempat kami. Kami pulihkan dulu psikologisnya sembari proses hukum juga berjalan,'' tambahnya. (gun/JPG/c22/fim/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gaji Kecil, Pemuda Pilih jadi Pengedar Narkoba


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler