Siswi SMA Diancam Diceburkan ke Waduk, Digilir 3 Pria

Senin, 30 Januari 2017 – 06:14 WIB
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - jpnn.com - Gara-gara mabuk miras, Hermawan alias Lentho, 24, dan dua temannya yang kini masih buron, tega memperkosa teman wanitanya, sebut saja Anggrek, 15, warga Jalan Balas Klumprik, Surabaya.

Lentho, 24, warga Jalan Banjar Melati RT 05, Lakarsantri, Surabaya, dan dua orang temannya itu, memang dikenal sebagai pecandu miras.

BACA JUGA: Gara-gara Rp 18 Ribu, Crass! Adik Perempuan Diparang

Kejadian nahas yang menimpa gadis di bawah umur tersebut bermula ketika tiga orang pemuda penggemar alkohol ini menggelar pesta miras untuk menghabiskan akhir pekan, Sabtu (28/1) malam.

Pesta miras jenis bir hitam itu digelar di tanah kosong dekat sekolahan korban di Jalan Bukit Bali, Citraland, Lakarsantri Surabaya.

BACA JUGA: Ayah Ditangkap Polisi Diiringi Derai Tawa Anak

Untuk melengkapi pesta itu, pelaku Hermawan mengajak pula korban yang baru dikenalnya.

Korban yang masih SMA dan belum pernah berpacaran itu menurut saja dibonceng pelaku karena sebelumnya dijanjikan diajak jalan-jalan dan makan untuk menghabiskan malam minggu. Apalagi, pelaku mengajak korban ke lingkungan yang dekat dengan sekolahnya.

BACA JUGA: Maling Menyamar, Santai Minum Kopi, Ikut Kejar Temannya

Teguk demi teguk miras diminum. Di tengah pesta miras itu, dengan kondisi otak setengah sadar, niat buruk ketiga pelaku yang sudah saling mengenal itu pun timbul. Mereka ingin mencabuli Anggrek.

Untuk memuluskan niatnya, ketiga pelaku kemudian mengajak korban untuk berpindah tempat di dekat sebuah waduk di sebelah puskesmas Banjar Melati.

Di sinilah, korban dipaksa menenggak miras. Namun, korban yang tak pernah mengonsumsi miras semula menolak. Namun, nasibnya jadi lebih kelam karena korban malah “digilir”.

"Korban sempat menolak dan memberontak. Namun oleh para tersangka, korban diancam akan diceburkan ke dalam waduk jika tidak mau minum. Sehingga, membuat korban ketakutan dan terpaksa minum. Setelah mabuk, korban dicabuli secara bergantian," ujar Kapolsek Lakarsantri, Komisaris Polisi (Kompol) Slamet Sugiarto, didampingi Kanit Reskrim, AKP Haryoko Widhi, Minggu (29/1).

Kompol Slamet juga mengatakan, setelah dicabuli, korban tidak langsung diantarkan pulang.

Namun oleh pelaku, korban diinapkan di rumah temannya dengan dalih sudah larut malam.

Baru keesokan harinya, korban yang sudah direnggut kehormatannya diantarkan pulang ke rumahnya oleh tersangka Hermawan.

Sesampainya di rumah, orang tua korban pun langsung kalang kabut dan curiga dengan nasib anak perempuannya yang seharian tidak pulang.

"Setelah didesak, akhirnya korban pun mengaku telah dicabuli oleh tiga orang pemuda yang baru dikenalnya di dekat waduk," ucap Kompol Slamet.

Tak terima dengan kejadian yang menimpa anaknya, orang tua korban kemudian melapor ke Mapolsek Lakarsantri.

Dari keterangan korban dan hasil visum, polisi pun mendapati bukti adanya pencabulan yang dialami korban.

Polisi segera bergerak dan akhirnya berhasil membekuk salah satu tersangaka Hermawan alias Lentho di rumahnya.

"Kami masih memburu dua orang teman pelaku lagi yang kini masih buron. Kami yakin tidak lama lagi akan tertangkap karena identitasnya sudah diketahui," tutup perwira dengan satu melati di pundaknya itu. (yaz/jay)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru SD Dibacok, Darah Berceceran di Lantai


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler