Situs Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai Ditemukan

Rabu, 18 Februari 2009 – 11:52 WIB
LHOKSEUMAWE- Situs sejarah Aceh ditemukan di Desa Kuta Kreung, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin (16/2), sekira pukul 18.00 WIB oleh tim peneliti dari Yayasan Waqaf Nurul Islam LhokseumaweSitus bangunan peninggalan Samudera Pasai ini tertimbun tanah berbentuk bukit kecil dengan berkontruksi batu bata berukuran besar yang tersusun seluas 1.700 m2

BACA JUGA: Jarak Pandang 500 Meter, Bandara SSK Tutup 1,5 Jam



Penemuan benda bersejarah Aceh ini langsung dilihat oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin SE, kemarin
Lokasi situs ini sendiri hanya terpaut beberapa meter dari komplek Makam Tengku Sidi Abdullah, yang juga dari kerajaan Samudra Pasai

BACA JUGA: Caleg Golkar dan Pengawas Pemilu Judi Bareng

Makam ini sendiri selama ini dijaga ketat oleh Muhammad alias Yah Wa (73), warga Kuta Glumpang Kecamatan Samudra
Yah Wa ini tidak memperbolehkan siapapun menjamah bangunan tersebut kecuali tim peneliti dari Yayasan Waqaf Nurul Islam.     
 
"Usia bangunan peninggalan Samudra Pasai ini lebih kurang 615 tahun atau setara dengan usia Makam Sidi Abdullah

BACA JUGA: Enam Pejabat Tomohon Diperiksa KPK

Letak geografisnya menggambarkan tata ruang kota, karena kalau kita tarik garis, bangunan ini sejajar dengan Makam Malikussaleh-Makam Sidi Abdullah-Makam Ratu Nahrisyah," kata Tgk Taqiyuddin Muhammad, peneliti sejarah Kerajaan Samudra Pasai di sela-sela kunjungan Wakil Bupati Syarifuddin ke lokasi tersebut

Menurutnya, bangunan tersebut bisa menjadi situs baru sejarah Kerajaan Samudra PasaiDan diharapkan pemerintah daerah dapat mempugar bangunan tersebut"Selama ini, siswa maupun pelajar yang berkunjung ke kawasan Samudra Pasai sering menanyakan mengapa di sini yang ada hanya makam semua, tidak ada peninggalan seperti konstruksi bangunan," kata Taqiyuddin

"Temuan ini sebagai bukti bahwa kawasan Samudra Pasai masih memendam bangunan-bangunan maupun benda bernilai sejarahKita masih punya waktu untuk menyelamatkan Samudra PasaiMasih banyak pekerjaan yang lebih penting dilakukan dinas terkait dari pada membangun Monumen Pasai," lanjutnya.

Sementara itu Wakil Bupati Syarifuddin mengatakan, bangunan peninggalan Samudra Pasai di Desa Kuta Krueng Kecamatan Samudra merupakan temuan terbaruDan untuk menggali kembali dan mempertahankan situs-situs sejarah yang ada di Aceh Utara katanya merupakan bagian dari tugas PemdaNamun, lanjutnya, ternyata masih ada elemen masyarakat yang masih peduli dengan sejarah sehingga melakukan penelitian dan berhasil menemukan sesuatu yang sangat berharga yaitu situs sejarah

"Alhamdulillah, barusan kita sudah melihat langsung titik yang bisa menjadi situs sejarah baru berupa bekas bangunan Kerajaan Samudra PasaiIni merupakan temuan terbaru tentang sejarah kebesaran Samudra PasaiInsya Allah dengan ada penelitian yang dilakukan oleh elemen masyarakat yang masih peduli dengan sejarah, maka hasilnya semua pihak akan dapat lebih memahami betapa besarnya Kerajaan Samudra Pasai," kata Syarifuddin(msi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penahanan Walkot Manado Diperpanjang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler