Slamet: Fungsi Hutan Bukan Hanya untuk Penyerapan Karbon

Sabtu, 06 November 2021 – 14:36 WIB
Ketua Umum Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) yang juga anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS. Foto: Dok. FPKS DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mengingatkan bahwa fungsi hutan bukan hanya sebagai Carbon Sink (penyerap karbon) dari atmosfer dalam rangka menurunkan suhu bumi.

Namun, hutan merupakan habitat flora dan fauna yang menyusun ekosistem dunia menjadi seimbang.

BACA JUGA: Slamet: Ini Momentum Mengevaluasi Kedaulatan Pangan Dalam Negeri

"Jika hutan hanya dianggap sebagai Carbon Sink maka yang terjadi adalah hutan digunduli (deforestasi) lalu ditukar dengan penanaman mangrove," ujar Slamet dalam siaran persnya, Sabtu (5/11).

Dia menambahkan, jika hal itu terjadi maka flora dan fauna beserta ekosistemnya musnah.

BACA JUGA: Buntut Dugaan Kecurangan, Komisi II DPR RI Desak Seleksi CPNS 2021 Diulang

"Kita tidak tahu bencana kemanusiaan apa yang akan terjadi. Sudah jelas kebanjiran akan melanda daerah sekitarnya karena tak ada lagi pohon-pohon besar penyerap air," kata politikus itu.

Menurut dia, sepanjang hutan yang hilang akibat kebakaran dan lahan (karhutla), tidak kembali menjadi hutan.

BACA JUGA: Anggota DPR RI Ikut Menyoroti Kasus Tewasnya Warga Desa Toruakat, Begini Komentarnya

Itu merupakan indikasi pemerintah terlibat atas deforestasi yang terjadi.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah bertanggungjawab untuk memerinci dan mengembalikan seluruh flora dan fauna yang musnah akibat kebakaran hutan dan lahan besar-besaran sebelumnya.

Menurut Slamet, pembangunan perkebunan kelapa sawit di atas lahan bekas karhutla jelas memperlihatkan arah pembakaran hutan.

Jika perkebunan kelapa sawit mendatangkan keuntungan besar lalu kenapa pekerja perkebunan kelapa sawit jauh dari kondisi sejahtera.

Dia menegaskan, Carbon Net Sink (penyerapan karbon bersih) bukan berarti Zero deforestasi (penghentian penggundulan hutan), tetapi harap dicatat itu bukan berarti mensubstitusi hutan yang sudah ada dengan rehabilitasi hutan mangrove.

"Jelas itu tidak sepadan dan kami akan melawan paradigma menteri LHK yang keliru ini," tegasnya.

Diketahui, pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar yang akan tetap melanjutkan deforestasi (penggundulan hutan) demi pembangunan.

Hal itu kontra produktif dengan pernyataan Presiden Jokowi yang membanggakan turunnya laju deforestasi melalui turunnya kasus karhutla dan rehabilitasi hutan mangrove besar-besaran sebagai Carbon Net Sink. (mrk/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Siti: Tingkatkan SDM Pengendali Karhutla Menuju Solusi Permanen


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
DPR RI   Slamet   karhutla   KLHK   Hutan  

Terpopuler