SMK & Dunia Usaha Ikut Ramaikan Galeri PTJJ di UT, Tampilkan Inovasi Teknologi Tinggi 

Kamis, 07 September 2023 – 16:11 WIB
Rektor UT Prof. Ojat Darojat saat meninjau hasil riset dan inovasi di Galeri PTJJ. Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Terbuka (LPPM UT) sukses menyelenggarakan Gelar Hasil Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (Galeri PTJJ).

Kegiatan yang mengambil tema 'Kreativitas dan Orisinalitas Emerging Technologies untuk Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh' ini tidak hanya diikuti dosen UT, tetapi juga sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perusahaan.

BACA JUGA: Fakultas Ekonomi & Bisnis UT Bina Desa Tonjong, Sasar UMKM dan Karang Taruna

Rektor UT Prof Ojat Darojat menyampaikan Galeri PTJJ merupakan tradisi baru yang dilakukan di UT sejak tahun lalu sampai saat ini.

Hanya yang berbeda, tahun lalu banyak menggelar hasil-hasil inovasi civitas academika di UT.

BACA JUGA: Universitas Terbuka Makin Diminati Fresh Graduate Lulusan SMA, Ini Faktanya

"Nah, kali ini kami juga mengajak pihak-pihak lain yang melakukan inovasi bersama UT, terutama dalam konteks peningkatan kualitas pembelajaran maupun bidang lainnya," kata Prof Ojat saat membuka Galeri PTJJ di UTCC, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (7/9).

Dia mengaku gembira atas hasil riset dan inovasi dari para peserta banyak yang bermanfaat untuk masyarakat sehingga perlu dihilirisasi.

Terlebih lagi SMK dan dunia usaha pun ikut terlibat.

Prof Ojat menekankan upaya UT untuk terus mengalokasikan anggaran agar menghasilkan produk baru.

Bukan hanya untuk kepentingan keilmuan, tetapi juga masyarakat di bawah koordinasi LPPM.

Pada kesempatan sama, Ketua LPPM UT Prof Dewi Artati Padmo Putri menyampaikan Galeri PTJJ akan menjadi tradisi UT.

UT harus menjadi pelopor PTJJ dan inovasi dalam teknologi pendidikan jarak jauh.

"Jadi, kami mau menjadi leading juga di situ, makanya hasil riset dan inovasi dari para dosen mengarah pada teknologi tinggi," kata Prof Dewi Artati.

Dia mengungkapkan lebih dari 40 stan yang meramaikan Galeri PTJJ kali ini.

UT menampilkan produk-produk inovasi berteknologi tinggi.

Misalnya, penggunaan AI atau kecerdasan buatan dalam memeriksa ujian sehingga tidak lagi subjektif, seperti yang dilakukan manusia. Begitu juga kecerdasan buatan dalam tutorial pembelajaran.

"Namun yang penting sekarang, kami melakukan riset tidak hanya masuk laporan di bawah meja, karena tahun ini kami mulai hilirisasi," ucap Prof Dewi.

Jadi, lanjutnya, bagaimana hasil riset itu divalidasi, dilihat apakah hasilnya itu bisa diterapkan dalam dunia pembelajaran atau untuk pengabdian masyarakat maupun dunia industri.

Karena itu, ke depan UT akan bekerja sama dengan industri dengan menjual hasil-hasil riset.

"Jadi, kami jadikan hasil riset itu sebagai sesuatu yang berarti, bukan sekadar laporan," tegas Prof Dewi.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset dan Inovasi PTJJ LPPM UT Prof Daryono menambahkan Galeri PTJJ ini sudah dua kali dilaksanakan dan akan rutin digelar setiap tahunnya.

Galeri PTJJ merupakan kolaborasi inovasi antara dunia pendidikan, dunia usaha dan industri.

Produk riset dan inovasi dihasilkan oleh para dosen di lingkungan Universitas Terbuka, perusahaan, perguruan tinggi dan sekolah yang fokus pada teknologi untuk pendidikan terbuka dan jarak jauh.

Tercatat, peserta Galeri PTJJ ini selain Universitas Terbuka, ada dari Pusdatin, SMA Negeri 2 Tangerang Selatan, SMK Negeri 17 Jakarta, Artificial Intelegence Center Indonesia (AICI) Universitas Indonesia, Metanesia dari PT Telkom Indonesia, Huwawei Indonesia, dan Festivo.

Lebih lanjut dikatakan Prof Daryono, Galeri PTJJ dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2023, dan salah satu rangkaian acara Dies Natalis ke-39 Universitas Terbuka.

Kegiatan tersebut merupakan wadah untuk memperkuat kerja sama dalam penggunaan produk riset dan inovasi untuk penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh.

"Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami akan selalu meningkatkan kualitas dan menyediakan layanan yang lebih baik dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh," pungkas Prof Daryono. (esy/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler